Usai Demo Didepan Kantor Walikota, P3TSU Aksara Curhat Ke DPRD Kota Medan

Usai Demo Didepan Kantor Walikota, P3TSU Aksara Curhat Ke DPRD Kota Medan
Bagikan

MetroRakyat.com | MEDAN – Tidak adanya  kabar tentang kepastian bagi para pedagang pasar aksara yang menjadi korban kebakaran untuk dapat berjualan kembali dilokasi pasar aksara membuat ratusan pedagang pasar aksara yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Tradisionil Pasar Aksara Sumatera Utara (P3TSU) melakukan aksi demo didepan kantor Walikota Medan Jalan Maulana Lubis,, Senin(25/7).

IMG-20160712-WA0009

Aksi para pedagang korban kebakaran tersebut bertujuan untuk meminta izin kepada Walikota Medan untuk mereka(para pedagang) diberikan kembali lapak berjualan disekitar lokasi pasar Aksara yang terbakar, menunggu bangunan tersebut selesai direnovasi kembali.

“Kami meminta kepada Bapak Walikota Medan, Dzumli Eldin, untuk memberikan izin kepada kami untuk dapat berjualan kembali didalam lingkungan pasar Aksara. Karena sudah lebih dua minggu plaza aksara terbakar, sampai sekarang kami tetap belum bisa  berjualan. Sementara siapa yang akan bertanggung jawab atas nasib kami. Kami harus mengeluarkan uang setiap harinya untuk kebutuhan hidup kami sehari-hari. Kami mendesak kepada Walikota Medan untuk memberikan perhatian yang serius kepada kami pedagang pasar tradisional Pasar Aksara Kota Medan tersebut.” Teriak pedagang.

Selain itu, para pedagang juga meminta agar Pemko Medan segera merelokasi tempat penampungan sementara disekitar lokasi gedung pasar Aksara yang telah hangus terbakar sesuai permohonan surat kami tanggal 16 juli 2016, No.10/B/P3TSU-Aksara/VII/2016 perihal mohon penempatan relokasi pedagang korban kebakaran Aksara. Pedagang juga meminta Pemko Medan segera membangun kembali gedung pasar Tradisional Pasar Aksara Kota Medan yang terbakar sesuai dengan peraturan Presiden No.112 tahun 2007 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern.

“Kami para pedagang P3TSU perwakilan Aksara Medan menyampaikan tuntutan dan perhatian sebagai berikut: 1. Segera membuat tempat penampungan sementara didekat lokasi pasar Aksara yang terbakar antara lain diatas badan jalan dimulai dari simpang lampu merah, JL. HM.Yamin sampai simpang lampu merah Jalan Satria, sebab daerah tersebut memiliki banyak jalan alternatif sehingga tidak akan mengganggu aktivitas pengguna jalan.

2. Kami seluruh pedagang pasar tradisional aksara sepakat menolak relokasi penampungan di MMTC Deli Serdang dengan alasan yang kuat karena akan memberatkan kehidupan kami.

3.Tolong kami Bapak Walikota Medan ribuan rakyat bapak berharap kelangsungan hidup.

4.Beri kepastian kepada kami pedagang pasar tradisional Aksara Kota Medan agar segera membangun kembali pasar yang telah hancur.

5.Dana pembangunan pasar tradisional pasar aksara memakai dana yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo yang akan merevitalisasi 5000 pasar tradisional di Indonesia. Untuk itu kami menghimbau kepada Pemko Medan segera melakukan kordinasi/melobi, ke Pemerintahan pusat Jakarta, c/q menteri.

6. Kami meminta kepada bapak DPRD Komisi C agar membuka mata dan telinga atas permasalahan kami. Dan kepada Bapak kepolisian, tim ahli dan penyidik segera menyelesaikan investigasi penyebab terjadinya kebakaran pasar Aksara, jangan sampai berlarut-larut.” Teriang Ketua P3TSU,  Hursan Lubis yang juga pedagang pasar Aksara.

Aksi demo para pedagan korban kebakaran Plaza Aksara tidak berhasil untuk menemui Walikota Medan. Dan mereka hanya ditemui oleh asisten pemerintahan Pemko Medan, Qamarul namun tidak menjamin perwakilan pedagang dapat menemui Walikota Medan.

Kesal dengan Walikota Medan, para pedagang P3TSU menjumpai Ketua Komisi C DPRD Kota Medan diruangan komisi C, yang teletak dilantai 3

Gedung DPRD Kota Medan. Ketua Komisi C, Anton Panggabean, Ibnuy Ubay, dan Boido HK.Panjaitan menerima kehadiran para pedagang aksara korban kebakaran ini.

Anton Panggabean selaku Ketua Komisi C DPRD Kota Medan menerangkan kepada para pedagangn bahwa komisi C tetap akan memfasilitasi para pedagang agar dapat menyampaikan aspirasi mereka kepada Walikota Medan.

“Kami komisi C tetap akan memfasilitasi bapak/ibu sekalian sampai nantinya aspirasi bapak/ibu sekalian dapat sampai kepada Walikota Medan. Karena kami selaku anggota DPRD, tidak berhak untuk mengeluarkan izin untuk berdagang kepada para pedagang. Karena sesuai tupoksi kami hanyalah sebagai legislasi, menampung dan fasilitasi. Selama itu tidak melanggar ketentuan, silahkan jika ingin tetap berdagang disekitar lokasi pasar Aksara dan jangan membuat keonaran dan keributan. Namun secara tegas kami tidak ada mengeluarkan izin ataupun rekomendasi, sebelum kami menemui Walikota Medan. Kita harus menghormati dan menghargai Walikota kita selaku pimpinan dikota Medan ini.” Terang Anton yang merupakan politisi dari partai Demokrat Kota Medan.

Sementara itu, Boido HK.Panjaitan juga sependapat dengan Anton, bahwasanya, DPRD Kota Medan tetap akan membantu para pedagang pasar Aksara korban kebakaran agar tetap dapat berjualan ditempat semula.

“Izinkan kami untuk terlebih dahulu menemui Walikota Medan, sehingga dapat dicari solusi terkait permintaan para pedagang. Terkait pemberian izin jualan di lokasi MMTC Pancing, kami rasa hal itu sangat tidak  bijak, karena lokasi MMTC adalah milik Pemkab Deli Serdang, sementara para pedagang adalah warga kota Medan. Sebaiknya dicarikan solusi ditempat yang dekat dengan plza Aksara. Dan kami berharap agar plaza aksara tetap dikembalikan menjadi pasar tradisional.” Terang Politisi dari PDIP Kota Medan tersebut.

Yuni Lubis (47) pedagang pasar aksara yang sudah berjualan sejak berumur 6 tahun kepada wartawan saat dikonfirmasi menjelaskan, para pedagang korban kebakaran pasar Aksara ada ditawarkan boleh berdagang di MMTC pancing dan tidak membayar selama 6 bulan sampai 1 tahun, namun mereka menolaknya. ” Kami ditawari 6 bulan jualan di MMTC gratis, kami tidak menerima, lalu kami ditawarkan kembali gratis 1 tahun, tanpa bayar apa-apa, oleh pak Musadad dari Pemko Medan, namun kami tetap menolak. Sama aja kami mati pelan-pelan namanya. Tetap berjualan di pasar Aksara adalah harga mati bagi kami para pedagang pasar Aksara,” Kata Bu Yuni Lubis yang tinggal dijalan Pahlawan Medan.(red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.