Bunga Bangkai di Bantai, Demi Kepentingan Pribadi
METRORAKYAT.COM, TAPANULI TENGAH – Kesadaran masyarakat akan menjaga Bunga Bangkai (Amorphopalus Titanium) masi megecewakan, Bunga Langka yang dilindungi masih mendapat perlakuaan yang kurang terpuji dari para masyarakat Jalan Baru Rampa-Poriaha, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Hal ini terjadi lagi beberapa hari yang lalu, para masyarakat yang ingin tahu akan keistimewaan bunga ini dan berfoto ria di dekat bunga bangkai yang sudah dipindah dari tempat semula.
Kali ini sedikitnya 4 (empat) bunga bangkai di bantai dan dipindahkan warga setempat. Bunga itu di pindahkan dari gunung yang tak jauh dari tempatnya berkembang ke tepian jalan, agar pengendara singgah dan menyaksikan lalu dipungut biaya.
Tujuanya, meraup untung dari prilaku mereka. Terlihat, kardus mie instan di letak di antara Bunga yang masuk dalam daftar merah IUCN dan masuk kategori dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.
“ Ia bang lagi berfoto sama bunga bangkai jarang-jarang ketemu bunga yang langka ini. Tapi bunga ini apa tumbuh besar lagi kalau sudah dipindahkan seperti ini,” sebut seorang pengendara yang singgah di lokasi dimana bunga itu di pajang, Minggu (30/12/2018).
Aksi sosialisasi agar Bunga tersebut tak lagi dirusak juga pernah dilakukan Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapteng, saat-saat awal keberadaan bunga tersebut diketahui.
Ketua IWO Sibolga-Tapteng, Damai Mendrofa mengaku menyesalkan dilakukannya lagi pembataian tersebut.
” Kesadaran warga memang masih sangat jauh dari harapan. Upaya penyadaran terus menerus agar bunga itu tak lagi dirusak sangat diperlukan,” kata Damai.
Ia berharap, BKSDA dan Pemerintah setempat diharapkan dapat memberi perhatian serius.
” Terserah mau dengan program apa saja, upaya perlindungan harus dilakukan. Jika tidak, kerusakan akan kian parah dan tak akan pernah lagi kita melihat ada bunga bangkai di Tapteng ini,” tukasnya. (MR/RM)
