Warga Pelosok Sorong Raya Berterimaksih atas Kehadiran Bus Damri di Tempat Mereka

Warga Pelosok Sorong Raya Berterimaksih atas Kehadiran Bus Damri di Tempat Mereka
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SORONG – Sangat Luar biasa Bus Damri kini telah menjangkau warga di pelosok Sorong Raya, seperti Ayamaru Kumurkek Aitinyo dan sekitarnya dengan harga Tiket yang sangat terjangkau relatif murah.

Di Terminal tempat parkiran Bus halaman Kantor Perum Damri Sorong, salah seorang pemuda penumpang tujuan Ayamaru  yang di wawancarai langsung oleh wartawan media ini, Oyab mengatakan bahwa dengan adanya Bus tersebut, sangat membantu kehidupan Masyarakat kecil karena harga Tiket murah terjangkau dibandingkan kendaraan yang iain,”lanjutnya.

“Oyab pun mengaku Bus satu-satunya sarana Transportasi Darat untuk memobilisasi warga pelosok Sorong Raya, dengan tarif murah seperti Kumurkek 150 Ribu, Aitinyo 130 Ribu, dan Ayamaru sendiri 100 Ribu, sementara kendaraan lainnya mematok harga 250 Ribu hingga 300 Ribu per satu tiket.

“Takhanya itu, Bus milik Perum Damri Sorong ini, sangat membantu Masyarakat kecil terutama Pedagang sayuran dan buah-buahan karena tidak di pungut biaya barang bawaannya, dan juga saudara-saudara Saya yang berada di pelosok Sorong Raya yang tadinya dalam setahun cuma bisa mendatangi Kota Sorong hanya sekali, kini mereka sudah bisa mendatanginya dalam seminggu dua kali karena harga tiketnya murah,” tutur Oyab Sembari.

Muhammad  Isa Renyaan, SE, selaku manajer perum Damri Sorong, membenarkan bahwa  Perum  Damri Sorong kini tengah giat-giatnya  mengarahkan semua bus-bus, ke  Pelosok Sorong Raya.”Kami Sudah melayani ke Pelosok, seperti Ayamau, Kumurkek  dan Sekitarnya. Bahkan di seluruh Kabupaten Maybrat sudah Terjangkau bus-bus Damri, Selain itu, Kami bukan cuman melayani Kabupaten Maibrat saja tetapi Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat serta kami upayakan juga Kabupaten Tamrau dalam waktu dekat ini, ”

“Sementara itu, dikatakannya Renyaan, menyangkut  harga Tiket, sesuai yang ditetapkan pemerintah, untuk Pelosok  Sorong Raya 100 ribu/tiket, sangat membantu masyarakat kecil, sedangkan untuk barang bawaan Penumpang tidak ditagih. Pasalnya, barang bawaan itu, rata-rata hanya Barang makanan secukupnya untuk kebutuhan makan Keluarga sehari-hari, seperti berasas Gula, Tepung, dan lainnya, sehingga  tidak perlu jarus Membayar Ongkos Angkutannya, yang dibawah para penumpang,”jelasnya

“Iapun menjelaskan, Di Kantor Perum Damri Sorong, rata-rata, Yang Memegang Peranan Penting  (Pejabat) Adalah Putra/Putri Asli Papua dan Jabatan penting 9ersebut yaitu Posisi Manajer  Keuangan, Manager Operasional mau pun Jabatan lainnya di lapangan, Antara Lain Manajer Keuangan Sonya Marisan SAN, Manajer Operasi, Maria Simbiak,  Dan Stefani Nebore S. Sos Serta Karyawan Administrsi, Oprasional Perbengkelan, Juga Kebanyakan Orang Asli Papua, ”

“Saudara-saudara saya putra asli Papua ini, bukan orang tidak mampu. Mereka adalah SDM Berkualitas yang pantas Ditempatkan pada posisi-posisi  yang sesuai dengan keahlian dan Disiplin Ilmunya. Dan, setelah dicek Memang  Mereka Mampu Untuk  melaksanakan Tugasnya Sesuai Tanggung Jawab yang Diberikan,”

“Menjawab pertanyaan Metro Aktual Nusantara News Renyaan, Mengakui Bahwa Soal Hambatan Di Lapangan Memang Selalu  Ada, Tetapi Bisa Diselesaikan Sesuai Prosedur  dan Mekanisme Aturan  yang Berlaku, Karena Pengalaman Saya Semenjak Bekerja Di Kanror Perum Damri, Berawal Dari Bawah, Sudah Hampir 30 Tahun Bekerja Menjadi Sopir Bus Damri dan Mekanik Bengkel Di Ambon.”Terus Dipindahkan Ke Sulawesi Utara  Gorontalo, Menjadi Sopir Bus Lagi, Kemudian Di Pindahkan Ke Papua Biak Menjadi Kepala Stasiuan, Dan Sekarang Alhamdillah Atas Kehendak Allah Yang Maha Esa, Saya Di Angkat Lagi Menjadi Menejer Perum Damri Sorong Jadi Hal Maupun Kendala Tersebut Sudah Sering Saya Alami Di Pelosok,”kata Renyaan

“Kemudian Sebagai perbandingan, Beberapa Bulan Lalu, Operator (Sopir) Bus  Damri  Jurusan Sorong  ke Seget (Kabupaten Sorong) Dianiaya Oleh  Warga Setempat Dan Oknum Anggota TNI. Masalah itu, berawal dari  Sejumlah  warga  yang datang di Kantor Perum  Damri, pada malam hari  dan Meminta Untuk Diantar ke kampungnya di Distrik Seget, sekitar  100 kilo meter  (km) dari pusat Kota Sorong,”

“Ketika itu, ruas jalan ke Distrik Seget Rusak parah  dan  tak Bisa Dilalui kendaraan Roda empat. Pihak Damri mengatakan kalau Siang hari mungkin bisa karena, kalau Bus Terperangkap lumpur mungkin Ada Mobil Lain yang Bisa Menarik Dengan Bantuan Tali, Dan Sering Juga Di Tarik Dengan Alat Berat, ”

“Alasan Tersebut tak Diterima warga, dan  Besoknya Kebetulan Bus Damri Melewati  Distrik Seget langsung Dicegat warga Setempat  dan Menghakimi Operator (sopir) Hingga Babakbelur. kemudian Operator Bus Tersebut Diamankan  di Kantor Koramil Seget,”

“Menurut Renyaan, Kasus pemukulan Tersebut Sudah diproses. Pasalnya, kalau Dibiarkan Maka Pemukulan Sopir (operator) Bus, Terus Dilakukan warga. “Apa pun yang Terjadi, Karena  kasusnya Terkait  Kriminal Maka  Persoalan ini Akan Diproses  Sesuai prosedur Hukum  yang berlaku,”Tutupnya.

“Menanggapi hal tersebut, Dengan Adanya Kerusakan Beberapa Ruas Jalan Seperti Sorong Seget Kabupaten Sorong, Dan Waisai Warsambin Kabupaten Raja Ampat, Diharapkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Bisa Meninjau Langsung Dan Segera Memperbaiki Jalan yang rusak hingga Bus bisa masuk Kepelosok untuk membantu melayani masyarakat kecil,

“Selain itu, Pemerintah juga Bisa Meninjau Kantor Perum Damri Sorong Yang Berdiri Hampir Sekitar 70 Tahun, Tidak Pernah ada Bantuan Rehabilitasi Sampai Saat ini, karena fasilitas Kantor dan juga tempat Terminal Penumpang kurang memadai Kursi tempat Duduk Ruang tunggu Penumpang Pun’ Tidak Ada, Dan Juga tempat berlindung Penumpang dari kehujanan,”tutupnya. (MR/Azrul)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.