Masyarakat Belawan Resah, Diduga Asap Hitam Pabrik Di Canang Mencemari Udara Dan Lingkungan
METRORAKYAT.COM | MEDAN – Masyarakat yang tinggal di daerah Belawan akhir-akhir ini dibuat resah dengan adanya pencemaran udara dan lingkungan yang diduga berasal dari sebuah pabrik.
Pasalnya menurut laporan dari warga sekitar, cerobong asap pabrik tersebut mengeluarkan kepulan asap hitam. Tidak hanya itu saja, limbah pabrik juga tampak terlihat di belakang pabrik PT. Canang Indah yang berada di bawah naungan PT. Cipta Group.
Sungguh memprihatinkan, akibat asap yang dikeluarkan Pabrik PT. Canang Indah tersebut, ribuan warga Belawan yang tinggal disekitar pabrik juga mengalami gangguan kesehatan, terutama anak-anak juga kena dampaknya, bahkan hingga ada yang menderita sesak napas.
“Gimana gak sengsara kami bang, setiap hari pabrik itu mengeluarkan asap tebal berwarna hitam. Udara dan lingkungan menjadi tercemar dibuatnya,” kata wanita paruh baya dengan kesal kepada wartawan, Jum’at (16/3/18) kemarin.
Saat dikonfirmasi langsung via telpon, Sabtu (17/3/18) sekitar pukul 12.00 WIB, seorang warga (Bsr) juga mengungkapkan mengenai keberadaan pabrik milik PT. Canang Indah yang dibawah naungan PT. Cipta Group tersebut sudah sangat meresahkan warga sekitar.
Fakta yang terjadi sekarang, diduga asap yang keluar dari cerobong pembuangan sisa pembakaran pabrik itu berdampak buruk dan menyengsarakan warga Belawan. Jadi Pabrik Canang Indah harus bertanggung jawab dalam hal ini.
“Banyak warga di sini menjadi tidak sehat. Selain itu juga hampir semua lantai rumah warga yang ada dibelawan ini menjadi hitam. Warga sekitar kalau jemur pakaian diluar juga pakaiannya pada hitam-hitam” ungkapnya.
Bukan hanya itu saja, akibat pembuangan sisa pembakaran yang diduga ditimbulkan oleh Pabrik PT. Canang Indah tersebut, selain membuat pakaian hitam, juga membuat telapak kaki menjadi hitam mengkilat.
“Kalau tidak salah itu pabrik mebel dan sudah lama beroperasi. Besar kemungkinan pabrik itu menggunakan batu bara dan bukan minyak solar. Jadi pantas kita menduga pabrik itu tidak memiliki Akibat Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), ” jelas Bsr.
Hal yang sama juga disampaikan oleh H. Syamsul Bahri, pengurus Masjid As Sa’ Adah yang tinggal di Jalan Badau lingkungan XIII, Kelurahan Belawan. Kepada wartawan, ia mengungkapkan akibat dari pembuangan sisa pembakaran asap yang diduga di keluarkan Pabrik PT. Canag Indah yang berada di Kelurahan Sicanang juga membuat keramik yang ada di Masjid AS SA`ADAH menjadi hitam. Sehingga menggangu Jamaah yang hendak melaksanakan sholat, Kamis (15/3/18).
“Bukan hanya mengganggu Jamaah yang hendak melaksanakan sholat, tapi juga membuat warga jadi sakit batuk-batuk dan sesak napas akibat sisa pembakaran batu bara yang dibuang melalui cerobong asapnya itu. Seperti yang dialami Ibrahim warga Jalan Badau lingkungan XIII yang biasanya menjadi muazin di Masjid As Sa`Adah seperti biasanya melakukan Azan saat melaksanakan sholat, belum lama ini mengalami batuk-batuk dan sesak napas,” ungkap H. Syamsul Bahri.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Sosial Kota Medan, Wara Sinuhaji, SH ketika dikomfirmasi wartawan secara tegas mengatakan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Medan diminta agar segera turun tangan mengatasi masalah tersebut. Sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
“Semua punya aturan main dan bukan semau gue. PT. Canang Indah juga harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan Pemerintah, yang dalam hal ini BLH Medan, termasuk Camat, jangan hanya menjadi penonton. Keluhan warga harus segera ditindaklanjuti,” tegas alumni USU tersebut kepada wartawan. (MR/SITI)

