Komisi A DPRD Medan Minta Seluruh Pegawai/Honerer Yang Menjadi Korban Zulkifli Sitepu Lapor ke DPRD Medan 

Komisi A DPRD Medan Minta Seluruh Pegawai/Honerer Yang Menjadi Korban Zulkifli Sitepu Lapor ke DPRD Medan 
Bagikan

METRORAKYAT.COM | MEDAN – Ketua Komisi A DPRD Kota Medan, Andi Lumbangaol meminta kepada setiap pegawai/honorer Dinas Perindustian Kota Medan yang menjadi korban kesewenangan penyalahgunan jabatan Zulkfli Sitepu untuk melaporkan ke DPRD.

Apalagi dalam hal ini, pemecatan yang dilakukan Zulkifli  dinilai untuk menutupi kesalahannya.

“Ini sangat memilukan sudah, maka kita harapkan semua pegawai yang menjadi korban Zulkfli Sitepu untuk datang ke DPRD Medan, segera melaporkan ke kami. datang ke gedung DPRD ataupun melalui surat, sebagaimana baiknya, kita akan tampung semuanya. untuk mengumpulkan alat bukti, serta membuktikan untuk ditidak lanjuti,” tegas Andi dari Fraksi Pernas ini.

Bukan hanya itu saja, belakangan ini juga dilakukan pemecatan terhadap 2 (dua) pegawai honerer akibat tidak bisa mempekerjakan di kafe pribadi milik Zulkifli yang bernama Sembada. Bukti kuatnya adalah kesewenangan dan penyalahgunaan yang dilakukannya.

“Dipecatnya Ahmad Fauzi dan Vivi Apriani perlu dijelaskan. Apa motivasi Zulkifli, apalagi ini tanpa prosedur dan tahapan yang jelas. Sangat tidak masuk akal, dan bisa membuktikan Zulkifli berprilaku koruptif serta arogan. Yah.. Karena sudah gawat kali ini bah, memecat pegawai honorer yang lantaran tidak dapat memebersihkan kafe Sembada milik pribadi Zulkifli Sitepu itu, padahal dari perintah itu saja dan betul itu nanti.m, Sudah sangat fatal kesalahan Kadisnya itu, apalagi ditambah kesewenangan pemecatan itu,” jelas Andi setelah mendengarkan pernyataan Wartawan pemecatan terjadi lantaran Ahmad Fauzi memiliki kesibukan lain yakni tupoksi sesungguh sebagai honorer di dinas perindustrian, mengecek sejumlah perusahaan sesuai surat perintah tugas (SPT) dari Dinas.

Lanjut orang yang diberi amanat untuk memimpin Komisi A bidang aparatur ini. Dengan alasan makan-makan, Apalagi dari Ahmad Fauzi terungkap bahwa di dinas Perindustiran terjadi pengutipan sebesar Rp 250.000,- untuk melicinkan perpanjang kontrak honorer.

“Maka kita sangat berharap kepada semua pegawai ataupun yang menjadi korban penyalahgunaan jabatan Zulkifli. Untuk datang ke gedung Dewan, karena ini juga rumah kalian. Kalian jangan takut, karena dengan kehadiran kalian, kita akan membuktikan dan membersihkan kekotoran di kota ini. Sebagaimana salah satunya telah diketahui adanya informasi, bahwa Rianti diperintahkan untuk meminta uang kepada pegawai honorer dengan dalih makan-makan,” harap Andi.

Andi juga mengatakan bahwa insfektorat diharapkan harus kerja cepat untuk memeriksa Zulkfli. Dan jangan bungkam.

“Insfektorat harus memeriksa. Jangan diam saja. Bila perlu langsung memberikan sanksi. Dan kita minta keterbukaan Inspektorat dalam pemeriksaan Zulkfli, Jangan di tutupi-tutupi. Karena prilaku menutupi-menutupi itu dapat dinilai untuk mendiamkan kasus dan agar tidak ada tindak lanjut,” tegasnya.

Sebelumnya, Ahmad Fauzi, seorang mantan honorer di Dinas Perindustrian Kota Medan, di dampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, mengadu ke Ombusdman RI Perwakilan Sumut, Senin (12/3/8) lalu.

Di kantor yang terletak di Jalan Majapahit, kota Medan itu, Ahmad Fauzi mengaku dirinya dipecat lantaran tak datang saat disuruh membersihkan kafe Balai Sembada di jalan Bunga Mawar No 108, Padang Bulan, milik sang Kadis. Padahal menurut pengakuan Ahmad Fauzi, kontraknya bekerja di dinas itu masih panjang.

“Saya dipecat dari kantor Dinas Perindustrian Kota Medan. Padahal kontrak saya masih panjang. Makanya saya membuat pengaduan ke Ombusdman RI Perwakilan Sumut ini. Agar hal ini diusut tuntas,” ujar Ahmad Fauzi di Ombusman RI Sumut seraya menyerahkan berkas- berkas.

Menurut Laki-laki yang dipanggil Fauzi ini memang benar dirinya diperintahkan Zulkifli Sitepu untuk membersihkan kafe Balai Sembada tersebut. Bahkan bukan cuma dirinya saja yang menjadi korban pemecatan sepihak, teman sekerjanya bernama Vivi Apriani juga mengalami nasib serupa.

“Memang benar bang, saya dan kawan-kawan disuruh bekerja di Kafe Sembada. Bahkan itu perintah Pak Zul langsung. Parahnya lagi, bukan hanya saya saja yang jadi korban, teman saya Vivi Apriani juga,” kisahnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar, secara tegas mengatakan hal itu jelas tidak sah. Apalagi Ahmad yang datang di dampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, turut melampirkan bukti-bukti kontrak kerjanya yang masih panjang.

Abyadi Siregar pun turut mengecam pemecatan sepihak yang dilakukan Kadis Perindustrian Kota Medan Zulkifli Sitepu ini. Pemecatan itu menurutnya tidak memenuhi prosedur, apalagi Ahmad Fauzi masih memiliki kontrak panjang sampai beberapa bulan kedepan.

“Kinerja Kadis Perindustrian Kota Medan Zulkifli Sitepu harus dievaluasi, jika memang terbukti telah memecat pegawai honorer lantaran tak mau disuruh kerja di kafenya,” ujarnya.

Padahal, lanjut Abyadi, gaji pegawai Honorer ini berasal dari APBD negara. Bekerja di bisnis milik pribadi jelas sebuah penyimpangan dari pekerjaannya.

“Pegawai honorer ini digaji pemerintah untuk bekerja di Dinas Perindustrian Kota Medan, bukan di kafe. Mereka juga digaji dari APBD negara,” tambahnya lagi.

Sementara, terkait surat peringatan yang dikeluarkannya, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution saat dikonfirmasi ulang justru terkesan tidak ada niat menindak lanjuti permasalahan anak buahnya yang telah merugikan negara.

Hal itu semakin terlihat saat disinggung tentang pemecatan yang dilakukan Zulkifli Sitepu kepada pegawai honerer lantaran tidak mau membersihkan kafenya.

“Gini, lihat saja pada surat itu, disitukan sudah tertera. Apa isinya ya,” elaknya sambil masuk mobil.

Ketika ditanya  apakah Inspektorat telah memberi laporan, setelah diketahui telah melakukan pemeriksaan terhadap Zulkfli. Akhyar hanya mengatakan tidak tahu.

“Ha, inilah tak tau kita,” ucapnya kembali

Parahnya, saat wartawan mengatakan bahwa Zulkfli telah memecat pegawai honerer yang tidak dapat bekerja di kafe walaupun sehari, Akhyar hanya tertawa “Hahahah… Udah ya,” tandasnya sambil meninggalkan wartawan dan mobilnya pun melaju.(MR/SITI).

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.