Pasar Kampunglalang Tidak Kunjung Dibangun, Komisi C akan Panggil Pengembang
METRORAKYAT.COM | MEDAN – Guna membahas tindak lanjut pembangunan Pasar Kampung Lalang yang hingga kini tak kunjung dikerjakan pihak pengembang dalam hal ini PT Budi Mangun KSO, Ketua Komisi C Hendra DS akan memanggil pihak-pihak terkait guna mendengarkan penjelasannya dalam rapat gabungan yang akan dilaksanakan Selasa, pekan depan.
Pihak yang akan dipanggil tersebut, yakni, PT Budi Mangun KSO, Dinas Perkim, Asisten Perekonomian, Asisten Umum, PD Pasar, perwakilan pedagang Kampung Lalang dan Komisi D. “Kita akan membuat rapat gabungan. Artinya, pada Selasa pekan depan sudah bisa diambil kesimpulan semacam perjanjian antara pemda dan pedagang terkait limit waktu selesainya pembangunan. Ini yang diharapkan dalam pertemuan itu nantinya,” tegas Ketua Komisi C DPRD Medan Hendra DS usai menerima perwakilan pedagang Kampung Lalang yang menggelar aksi unjukrasa ke DPRD Medan, Senin (4/12/17).
Apabila nanti pihak-pihak terkait tidak hadir, terutama PT Budi Mangun KSO karena tidak mengindahkan panggilan Komisi C, lanjut politis Hanura ini, kita akan mendorong para pedagang untuk mencari solusi terbaik. “Jika pengembangnya tak hadir dan tak ada solusi, persoalan ini akan kita bawa ke ranah hukum. Kita akan cari selahnya dan kita akan dampingi pedagang tersebut membuat laporan hukum,” ujarnya. Ketua pedagang Kp Kalang, Erwina Pinem didampingi Sekretaris Mialisde Sinaga dan perwakilan lainnya mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD dalam hal ini Komisi C yang sudah mengakomodir keresahan yang mereka sampaikan tersebut. “Semoga saja, pertemuan pada Selasa pekan depan membuahkan solusi dan kami para pedagang bisa kembali berdagang di sana,” harapnya.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri anggota DPRD Medan lainnya, yakni, Godfried Effendi Lubis, Ilhamsyah tersebut, sebelumnya pedagang yang menggelar unjukrasa menuntut Pemko Medan, Dinas Tarukim, PT Budi Mangun KSO agar segera menyelesaikan pembangunan Pasar Kampung Lalang yang sudah dibongkar paksa dan tidak manusiawi karena tidak pernah ada sosialisasi sebelumnya. “Karena itu kami minta kepastian hitam di atas putih kapan pembangunan dimulai, berapa lama siapnya dan tunjukan kepada pedagang bangunan baru yang akan dibangun,” tegas para pedagang menyampaikan butir-butir tuntutannya.(MR/Siti)
