SATUAN RESKRIM POLRESTABES MEDAN UNGKAP KASUS BEGAL
METRORAKYAT.COM | MEDAN — Masih ingat dengan korban penjambretan yang terjadi di depan kantor Samsat, Jalan Putri Hijau, Kecamatan Medan Barat, Senin (1/10) sekira jam 23.00 wib, lalu?
Wita Astuti (31) korbannya. Karyawati yang beralamat di Jalan Pancing 2 / Jalan Budi Utomo, Kecamatan Medan Tembung ini sempat tak sadarkan diri beberapa hari setelah kritis usai terjatuh dari kreta yang dikendarainya ketika 2 orang pelaku jambret menarik paksa tas sandang miliknya.
Berkat laporan korban serta keterangan saksi dan juga kerja keras polisi menemukan hasil rekaman CCTV, akhirnya bandit sadis itu diringkus polisi dari kediamannya masing-masing. Bukan hanya diringkus, bahkan salah satu pelakunya ditembus peluru polisi hingga tewas dalam pengembangan di Jalan Pahlawan Medan, Senin (9/10) dini hari.

“Pelaku penjambretan di depan Samsat ada 2 orang yang beraksi saat kejadian. Satu diantaranya kita tembak mati karena mencoba melawan, sedang seorang lagi kita tembak di bahagian kakinya dan berhasil kita tangkap untuk diproses,” kata, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, saat gelar ekspose penangkapan pelaku begal dan jambret sadis di RS Bhayangkara Medan, Senin (9/10) sore.

Kedua pelaku yakni, Zularmain Siringoringo alias Armen (29) warga Jalan Sentosa Lama, Gang Antara No 26, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan yang berperan sebagai joki. Dan rekannya Andi Roban alias Andi alias AR (25) warga Jalan Satria Barat, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan.

Tersangka AR lah yang melakukan perampasan terhadap tas korban hingga menyebabkan korban jatuh dari kretanya lalu kritis akibat terseret aspal jalan.

“Saat kita tangkap, tersangka AR mencoba melawan sehingga kita berikan tindakan tegas dengan melakukan penembakan, sehingga tersangka tewas,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah didampingi Wakasat Reskrimnya, Kompol Ronni Bonic beserta Kapolsek Medan Barat, Kompol Revi Nurfaelani, SIK dan Kanit Reskrimnya, Iptu M. Said Husin, SiK.
Selain menangkap dua pelaku utama itu, polisi juga turut mengamankan 2 tersangka lainnya yang turut membantu tersangka serta sebagai penadah barang hasil rampasan.

Keduanya adalah, Juli Andika Pohan alias Andi alias JAP (25) warga Jalan Cokroaminoto, Gang Sanun No 18 B, Kelurahan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan. Seorang lagi yakni, Dina Mutiara Putri alias Putri Mutiara alias DMP (22) warga Jalan Lubuk Kuda No 17, Medan.
“JAP berpera menjual HP Korban. Sedangkan seorang lagi yang kita tangkap adalah seorang wanita berinisial DMP yang berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan,” terang, Kasat Reskrim.

Menurut AKBP Febriansyah, pengungkapan atas kasus tersebut dapat terbongkar setelah polisi mendapat petunjuk dari rekaman CCTV disekitar TKP (depan Samsat) serta penyelidikan yang dilakukannya.
“Pelaku bisa kita ringkus dan pengungkapan kasus tersebut berkat CCTV. Dalam waktu 3 x 24 jam, gabungan dari Polsek Medan Barat dan Polrestabes Medan, kita dapat meringkus para pelaku sebanyak 3 orang beserta 1 orang penadahnya,” kata dia.
Dalam penangkapan para tersangka, sambung Febriansyah, dilakukannya secara bertahap, hingga tahap terakhir saat kita menangkap pelaku (eksekutor pengambil tas) berinisial AR. Beberapa diantara pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing dan seorang pelaku utamanya terpaksa ditembak hingga tewas saat akan dilakukan pengembangan di tengah jalan.
“Setelah kita interogasi, ternyata pelaku ini sudah lebih 11 kali melakukan kegiatas serupa dan merupakan seorang residivis. Pelaku eksekutor dan jokinya juga positif pengguna narkoba. Masih ada kelompok lainnya dan tetap kita lakukan penyidikan yang mendalam untuk menangkap komplotan pelaku lainnya,” pungkasnya.
Saat ini pihaknya dari Polrestabes Medan mengaku tetap mengantisipasi tindak kejahatan jalanan yang kian marak di Kota Medan dan mengupayakan sebagai pelayanan masyarakat. Hal itu dilakukan jajaran Polrestabes Medan sesuai atensi Kapolda, Irjen Pol. Paulus Waterpauw untuk membentuk tim anti begal sebagai penekan para pelaku jalanan.
Sebelumnya, seorang karyawati bernama, Wita Astuti (31) warga Jalan Pancing 2 / Jalan Budi Utomo Medan Tembung, kritis usai dijambret 2 orang pria mengendararai kreta, pada Senin (1/10) sekira jam 23.00 wib, lalu.
Selain luka parah akibat jatuh dari kreta Honda Honda Vario BK 6014 SAA yang dikendarainya, korban juga kehilangan tas sandang warna Hitam liris kotak-kotak berisi uang tunai Rp 1 juta, HP dan surat berharga lainnya. (RED/NST/SURYANTO).

