Terkait Isu Siswa Diwajibkan Membeli Buku di SMP Binsus, Kepsek Syafaruddin: Itu Tidak Benar
METRORAKYAT.COM | DUMAI — Terkait adanya isu yang santer beredar akhir-akhir ini, tentang kewajiban setiap siswa untuk membeli buku pelajaran di SMP Binsus (Binaan Khusus) jalan Putri Tujuh kota Dumai, ditampik kepala sekolah Syafrudin.
Menurutnya, masalah buku yang dihebohkan para wali murid ini hanya salah komunikasi, Syafrudin menjelaskan bahwa saat ini sekolah memakai kurikulum K 13 dan metode ini memang sudah diberlakukan ditiap sekolah, dan dana buku itu sendiri menurutnya, diambil dari dana BOS.

“Pemesanan buku panduan materi pembelajaran ini tidak lagi memesan dari penerbit buku cetak tetapi langsung ke pusat dengan cara online sesuai dengan peraturan pemerintah,”tuturnya kepada metrorakyat.com saat ditemui di kantornya,Selasa (12/9/17) pagi.
“Begitu juga dengan modul( LKS) juga sudah tidak ada, untuk murid sendiri, buku materi belajar akan di dapatkan dari pihak sekolah, hanya saja, saat ini untuk kelas Vlll memang buku yang di pesan belum dikirim dari pusat, meskipun pihak sekolah sudah memesannya,”imbuhnya lagi.
Kepsek juga memastikan tidak ada lagi pungutan untuk pembelian buku di SMP Binsus.
“Buku materi untuk program belajar mengajar sudah disediakan dengan dana BOS bahkan untuk saat ini, uang SPP juga sudah tidak di berlakukan lagi,” tegasnya.
Dia juga menjelaskan bahwa untuk menjadi siswa yang berprestasi harus memiliki buku sebagai salah satu faktor pendukung.
“Apa yang menjadi program pemerintah, bahwa siswa dan sekolah harus punya prestasi, tentunya buku materi merupakan salah satu faktor penunjang, tetapi bukan harus memaksa atau menekan para murid untuk membeli buku tersebut, jika ingin memiliki secara pribadi siswa dapat memfoto copy buku BOS tersebut,” ungkapnya.
Kepsek juga menghimbau dan mengharapkan agar orang tua siswa turut berperan dan dapat bekerjasama dengan pihak sekolah.
“Bahwa pemaksaan atau penekanan harus atau wajib membeli buku di sekolah itu tidak benar, memang untuk jadi pintar kita harus membaca buku tetapi bukan dipaksa, dan kedepannya, SMP BINSUS kota Dumai pada semester yangg akan datang juga akan menjadi sekolah dengan metode full day School, oleh sebab itu juga, untuk para wali murid bila ada undangan untuk pembahasan kemajuan sekolah tolong di hadiri dan diperhatikan, bukan berarti setiap undangan itu membahas dana ataupun bantuan, namun agar para orang tua maupun wali murid tidak salah pengertian (mis komunikasi),” terang kepsek mengakhiri penjelasannya.
Sebagaimana diketahui bahwa, sekolah SMP BINSUS kota Dumai merupakan salah satu sekolah Binaan khusus yang yang mempunyai visi melahirkan para generasi bangsa yang unggul tanpa membedakan suku agama,ras dan golongan.(MR2/Diana)
