LAKUKAN AKSI, ORMAS ISLAM MEDAN KUTUK AKSI BIADAB DI MYANMAR
METRORAKYAT.COM | MEDAN — Melihat perkembangan tragedi kemanusian yang terjadi di Rakhine state Myanmar terhadap muslim Rohingya sangat lah terasa menyakitkan hati umat Islam di dunia khususnya di Indonesia.

Dimana praktek pembersihan etnis yang sedang di lakukan secara struktur,Masif dan terencana terhadap muslim Rohingya.

Umat Islam dan Ormas Islam dikota Medan lakukan aksi unjuk rasa dan keprihatinan di depan Vihara Borobudur jalan Imam Bonjol Medan,Jumat (8/917) aksi ini dilakukan usai sholat Jumat sekitar jam 13:50 WIB.

Mensikapi gejolak stabilitas sosial di Indonesia yang mungkin bisa terpicu karena peristiwa di Myanmar.

Dalam aksi tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dan sejumlah rohaniawan dari agama Kristen,Katolik,Hindu dan koghucu yang turut menyuarakan dan mengutuk tragedi kemanusian terhadap Rohingya.

Di tengah berjalanya aksi utusan dari para peserta aksi bersama tokoh lintas agama kota Medan,majelis ulama Indonedia ( MUI) sempat melakukan diskusi di depan halaman Vihara Borobudur.

Dan pada saat azan Ashar berkumandang. para peserta langsung melakukan Sholat berjamaah di tengah jalan Imam Bonjol .

Pandita Edi suyono ( pandita vihara Borobudur) yang menyatakan sikapnya melalui pengeras suara diatas mobil komando yang didampingi pengurus Vihara Borobudur Andinto dan juga Masri Sitanggang ( MUI Medan ) mengatakan ” mengutuk aksi kekejaman dan kejahatan kemanusian yang terkadi di Myanmar.

Kami juga menyatakan bahwa aksi yang dilakukan Biksu Ashin wirahtu telah keluar dari ajaran Budha yang penuh welas asih.

Kami juga akan membantu semampu kami dan mengirimkan bantuan kemanusian ke Myanmar pungkas pandita Edi suyono.

Tuntutan dari solidaritas masyarakat Islam untuk muslim tertindas yang disingkat SOMASI UMAT yang melakukan aksi unjuk rasa tetdiri dari 9 tuntutan antara lain :
1. Kaum muslimin mengutuk dan mengancam tindakan pembantaian yang dilakukan oleh tentara dan biksu Budha Myanmar terhadap muslim Rohingya . karena sudah tetmasuk bagian dari Genocide dan pelanggaran HAM berat.
2. Hentikan segera pembantaian dan berikan kehidupan yang layak sebagai warga negara kepada muslim Rohingya dengan hak otonomi khusus dalam mengatur kehidupanya.
3. Serer ke makamah Internasional pimpinan militer dan pemimpin Myanmar Aung san suu kyi dan biksu Ashin wirathu sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas tragedi ini.
4. Buka akses masuk daerah Rakhine state untuk bantuan kemanusian Intetnasional.
5. Merekomendasikan kepada pemerintah RI untuk mengusir Dubes Myanmar dan tarik pulang Dubes Indonesia serta putuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar.
6. Agar pengunsi Rohingya di Indonesia diberikan hak warga negara atau beri mereka penampungan seperti dulu yang pernah diberikan kepada pengungsi Vietnam.
7. Mengecam pernyataan ketua umum pemuda BUDHIS Indonesia ( Bambang Patijaya ) yang menyalahkan gerakan reaksi dari umat islam di Rahine state.dan pernyataan seperti ini dapat memicu konflik horizontal di Indonesia.
8. Menuntut peran aktif dari para pemimpin umat Budha di Indonesoa dan Sumut khususnya agar segera menyampaikan pesan ini kepada biksu di Myanmar agar tidak menimbulkan kemarahan umat Islam yang lebih besar di Indonesia.
9. Menyerukan kepada kaum muslimin untuk bersiap siaga menyambut setuan dalam menegakan Qishos bagi pelaku dan orang yang metestui perbuatanya.
Usai melakukan orasi dan menyampaikan tuntutanya para pengunjuk rasa,tepat pukul 17:30 wib langsung membubarkan diri dengan tertib dan aman.(Mr/Suriyanto)
