Saat Ini PLN Sudah Miliki Aplikasi APKT Mobile dan MCC, Pendistribusian Listrik di Kota Medan Akan Semakin Mudah
METRORAKYAT.COM | MEDAN – PT.Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kota Medan mengaku bahwa kebutuhan pasokan listrik saat ini melebihi dari yang dibutuhkan. PLN saat ini telah memiliki cadangan sebesar 264 Mega watt perhari untuk menjaga ketersediaan arus listrik yang akan di distribusikan di Kota Medan. Hal ini dikatakan langsung oleh Manager Area Medan, Agus Trisusanto yang didampingi oleh Ramses Hutagalung sebagai Asisten Perencanaan, Zainuddin Nasution, sebagai Asisten Pelanggan dan Administratif, Kibar Barus, Asisten manager Jaringan di area Medan, Andi Aristo, Supervisor Operasi Medan 3 (tiga) dan Humas PLN Kota Medan, Amelius Pasaribu, di ruang pres room Kantor PLN Medan, Jalan Listrik, Kamis,(7/9/17).
“ Paling sedikit rata-rata, kita telah memiliki cadangan daya listrik sebesar 85 Megawatt perhari jika beban puncak pemakaian tinggi,” ujar Agus.
Tambah Agus lagi, terkait dengan banyaknya pengaduan dari masyarakat yang belum mengetahui bagaimana kinerja dari petugas PLN dan belum terekspos secara umum, maka untuk itulah kami melakukan kegiatan tatap muka dengan media cetak dan online di kantor PLN di Jalan Listrik, Medan, pada hari ini.
Pemadaman listrik yang terjadi saat ini, tidak benar disebabkan akibat adanya defisit daya listrik miliki PLN. Seperti yang ditulis dibeberapa mas media. Karena saat ini PLN sudah memiliki banyak cadangan listrik. “ Inilah yang perlu kami luruskan kepada masyarakat melalui peran media cetak dan media online, sosialisasi baik langsung ataupun tidak langsung. Media sebagai pemberi informasi yang dapat dibaca langsung oleh seluruh lapisan masyarakat baik di kota dan didesa, dimana, masyarakat akan mengetahui tentang informasi pelayanan PLN dan apa-apa saja yang sudah dilakukan PLN selama ini,”terangnya.
Agus Trisusanto juga memaparkan tahapan-tahapan bagaimana proses pendistribusian arus listrik dimulai dari Pembangkitan, Transmisi hingga Distribusi sampai ke rumah-rumah pelanggan.
Dijelaskan lagi, bahwa saat ini PLN Kota Medan sudah memiliki aplikasi yang bernama Mobile Aplikasi Pengaduan dan Keluhan Terpadu (M APKT), dan Medan Command Center (MCC). Aplikasi tersebut khusus digunakan oleh petugas regu mobile gangguan PLN yang ada di semua Rayon Posko untuk menangani gangguan individu kepada pelanggan secara cepat dan tepat. “ Jadi manfaat APKT mempercepat respon time layanan pemulihan ganguan kepada pelanggan, dapat memonitor pelaksanaan seluruh kegiatan petugas regu gangguan PLN dilapangan, mengkolaborasikan pekerjaan dan operasional mitra kereja PLN, dengan petugas PLN secara real time dan online, dan memperoleh titik koordinat milik pelanggan/calon pelanggan dengan mudah dan cepat,memutus birokrasi yang berlebihan dan mengurangi penggunaam kertas,” sebutnya.
Tambah Agus lagi, PLN juga sudah memiliki layanan bernama Medan Command Center (MCC) dengan memanfaatkan layanan call center “123” masyarakat akan semakin terbantu.
“Cukup menghubungi call center 123, maka operator kami akan menanggapi keluhan pelanggan terkait kelistrikan . Selanjutnya akan diarahkan langsung. Manfaat dari call center 123 adalah, selain mendapat tiket pelanggan, kami juga dapat memantau petugas kami yang mengerjakan ada respon time dan itu dikerjar waktu. Kami juga akan meminta laporan (report) dari petugas kami tersebut mulai dari pengerjaan awal hingga akhir pengerjaan,”katanya.
Sementara itu, Kibar Barus, yang merupakan Asisten Manager Jaringan Listrik menambahkan bahwa pemadaman listrik yang terjadi di masyarakat bisa disebabkan adanya penggantian alat-alat PLN seperti kondensator dan lainnya. “ PLN belum ada memiliki alat menggantikan perangkat PLN tanpa mematikan arus listrik,” ucapnya.
Mantan pegawai PLN yang baru pindah tugas dari Rantau Parapat ini juga menjelaskan, bahwa pemadaman biasa dilakukan pada saat jam kantor dari jam 08.00 WIB s/d jam 16.00 WIB. “ Disaat ada pemadaman biasanya kami akan memeriksa seluruh komponen dan mengganti jika ada komponen yang telah rusak. Jadi lamanya pemadaman bukan hanya dikerjakan pada satu titik saja, namun keseluruhan. Disinilah yang perlu diketahui dan diluruskan kepada masyarakat,” sebutnya.
Ada dua jenis pemadaman yang biasa terjadi di PLN, yakni pemadaman yang direncanakan dan pemadaman yang tidak direncanakan. Pemadaman yang direncanakan terjadi bila PLN akan melalukan perawatan atau pergantian komponen, kedua akibat faktor alam, misalnya pohon tumbang, angin kencang atau koslet.
“ Untuk kota Medan, kami ada 9 Rayon, dan jumlah laporan dan gangguan yang masuk perhari ke APKT dan diterima PLN Area Medan dalam sebulan sebanyak 14.200 laporan, disana bercampur semua ada perbaikan dan ada juga hanya konfirmasi, jadi tidak seluruhnya kerusakan,” kata Kibar.
Selanjutnya, Manajer PLN menjelaskan juga tentang P2TL (Pelaksanaan Penertiban Tenaga Listrik). “Yang sering ditinjau dan ditemui oleh PLN yaitu pelanggaran penggunaan listrik. Contohny, KWH meter sering di rubah guna membatasi daya listrik. Operasi P2TL akan dilaksanakan setiap tahun sesuai dengan Undang-Undang No.30 tahun 2009,” sambung Manajer PLN tersebut.
Pada P2TL tersebut PLN akan melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya pencurian arus listrik dan kedua adanya perbuatan pidana disana yang dapat berhubungan dengan penegakan hukum.
PLN tidak ada transaksi tunai
Pihak PT PLN juga menghimbau kepada warga masyarakat baik di Sumatera Utara dan Kota Medan agar jangan terpengaruh atas adanya ulah oknum-oknum petugas PLN dilapangan yang meminta uang dengan alasan perbaikan perangkat PLN. “ PLN sejak dulu tidak ada melakukan transaksi tunai kepada pelanggan, yang ada adalah transaksi dengan menggunakan nomor register, dan uangnya juga disetor ke rekening salah satu Bank yang sudah ditentukan atau yang bekerjasama dengan PLN,” terang Andi Aristo yang merupakan kepala Supervisi Operasi Medan 3.
Lanjutnya lagi, bahwa untuk pemasangan baru dan perbaikan PLN, pelanggan tidak ada dikenakan biaya apapun, kecuali jika kerusakan perangkat PLN disebabkan oleh pelanggan itu sendiri. Dan tidak ada dilakukan pembayaran tunai oleh pelanggan. Namun petugas PLN diperbolehkan melakukan pemeriksaan P2TL kepada pelanggan namun ada batasannya, hanya sampai pada KWH meter.
Humas PLN Kota Medan, Amelius Pasaribu pada kesempatan itu juga menambahkan, bahwa, tidak ada pemadaman karena defisit arus listrik milik PLN. Dan saat ini sebenarnya cadangan listrik milik PT PLN cukup tinggi, dan yang harus kita ketahui bahwa pemadaman yang terjadi adalah akibat PT PLN sedang melakukan pemeliharaan peralatan dan perangkat listrik.
“ Intinya PT PLN tidak menginginkan adanya pemadaman listrik dan petugas PLN yang bertugas juga tidak boleh tidur karena telah memiliki jadwal kerja 3 shif dengan jam kerja per-shif adalah 8 jam,” terangnya.
Amelius juga menambahkan, harapan pihak PLN, karena mereka perlu media untuk menyampaikan dan menyalurkan informasi tentang PLN ke masyarakat.
Diakuinya, kurangnya sosialisasi tentang informasi pemadaman listrik. Dan ditegaskan kembali, bahwa pemadaman listrik bukan disebabkan adanya defisit. “ Karena cadangan listrik yang ada saat ini melebihi kebutuhan yang ada saat ini,”urainya.
Disampaikan olehnya lagi, agar hal-hal yang disampaikan oleh pihaknya, dapat tersampaikan kepada masyarakat. “ Inilah yang kami harapkan dan inginkan, agar informasi tentang PLN ini dapat tersosialisasi sampai kemasyarakat. Kami juga menghimbau kepada masyarakat, untuk membayar tagihan listrik tepat waktu,” pungkasnya mengakhiri pertemuan tersebut.(MR10/Siti-red)
