Seorang pria nekat akhiri hidupnya dengan gantung diri
METRORAKYAT.COM | SIMALUNGUN — Mesdianto tiba-tiba menjerit ketika melihat tubuh Pendi (31) anaknya tergantung di dapur rumahnya.
Warga Huta III, Gajing Kahean, Nagori Gajing Jaya, Kecamatan Gunung Maligas, Selasa (18/7) sekira pukul 16.30 WIB tiba-tiba dikejutkan teriakan Mesdianto.
Informasinya, Mesdianto (54) baru pulang kerja. Saat tiba di rumah, Mesdianto hendak masuk ke dalam rumah, namun pintu rumahnya terkunci dari dalam. Kemudian Mesdianto pun mencoba memanggil korban yang diduga sedang berada di dalam rumah.
Dari mulai pintu diketuk hingga teriakan memanggil tak kunjung ada sahutan, Mesdianto pun mendobrak pintunya agar bisa masuk. Setelah berhasil mendobrak, sang ayah itu pun berusaha mencari anaknya di dalam rumah. Betapa terkejutnya Mesdianto, begitu tiba di dapur rumahnya, anaknya itu sudah dalam keadaan tergantung.
Mesdianto kontan berteriak minta tolong kepada jiran tetangga. Teriakan yang mengejutkan warga itu pun disambut dengan datangnya beberapa orang tetangganya dan langsung melihat kejadian tersebut. Akhirnya bersama orang tua korban, para warga pun berusaha menurunkan jasad korban dari tali gantungan yang terlilit dilehernya.
Seiring dengan itu, beberapa warga lain yang sudah mengetahui kejadian tersebut berusaha menghubungi Pangulu dan Polisi.
Tak lama kemudian pihak kepolisan pun tiba dilokasi kejadian bersama para medis. Selanjutnya jasad korban pun diperiksa dengan disaksikan oleh Polisi dan pihak keluarga. Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dijasad korban.
Kemudian personel Polsek Bangun pun memeriksa lokasi kejadian dan mendapati seutas tali nilon warna hijau yang terikat ke galang rumah serta kursi, yang diduga digunakan sebagai pijakan untuk melakukan bunuh diri yang berada di dapur. Peralatan tersebut pun langsung diamankan petugas dari TKP.
Selanjutnya, atas permintaan keluarga dengan membuat surat pernyataan dan didukung dari hasil pemeriksaan pada jasad korban tidak ditemui tanda kekerasan dan penganiayaan, jasad korban pun diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.
Kapolsek Bangun AKP JR Sinaga melalui Kanit Reskrim Iptu Juni Hendrianto, membenarkan kejadian tersebut. Saat ini jenazah korban sudah diserahkan kepihak keluarga.
“Menurut keterangan keluarga, korban selama ini mengalami depresi,” kata Juni Hendrianto. (JPNN/MR/METS).
