Kisruh Penerimaan Murid Baru, Puluhan Orang Tua Murid Protes SMP Negeri 2 Medan

Kisruh Penerimaan Murid Baru, Puluhan Orang Tua Murid Protes SMP Negeri 2 Medan
Bagikan

METRORAKYAT.COM  |  MEDAN —  Bersekolah di SMP Negeri favorite adalah keinginan setiap siswa dan orang tua pada umumnya.

Pada masa pengumuman penerimaan siswa baru, banyak hal yang terjadi baik pada orang tua maupun siswa, ada yang sedih karena tidak diterima namun, ada juga yang gembira karena bisa menuntut ilmu di sekolah kesukaan mereka.

Seperti yang terjadi di SMP Negeri 2 Medan, dimana puluhan  orang tua murid keberatan dan mengamuk karena anak mereka tidak diterima bersekolah ditempat ini.

Hal ini terjadi karena sebagian orang tua murid tidak bisa menerima tatkala melihat hasil pengumuman dimana, nama anak mereka tidak ada tertera dipapan pengumuman tersebut.

Ketua Komite Sekolah  SMP Negeri 2 Alwafir Bahri mengatakan kepada metrorakyat.com, terjadinya insiden karena keberatannya sebagian orang tua murid manakala mengetahui anak mereka tidak diterima di sekolah ini. Namun lelaki separuh abad ini juga menyatakan keadaan ini disebabkan juknis sisdik.

“Karena jukdis dari disdik dan ini murni, saya yakin itu” singkatnya

Salah seorang orang tua murid, Ita, kepada metrorakyat.com menyampaikan kekesalannya,Saptu (8/7/17) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

” Saya keberatan, anak saya NEMnya 253,0 tidak lulus sementara dibawah nilai ini ada yang lulus, inikan kurang adil.“kesal ibu berhijab ini didampingi anaknya susuk sihalaman sekolah sembari menunggu hasil rapat rekan-rekannya sesama orang tua murid dengan kepala sekolah.

Dari pantauan metrorakyat.com, Kepala sekolah SMP Negeri 2 Medan Drs,Nampati Ginting,Mpd agak kewalahan menghadapi para orang tua maupun wali murid yang didominasi kaum bapak dimana rata-rata dari mereka kelihatan emosi.

Meskipun demikian,Nampati masih tetap sabar sambil menjelaskan dengan tenang Juknis yang berlaku tentang tata cara penerimaan murid baru yang berlaku sekarang ini.

“Saya mengajak para orang tua murid untuk bersabar dan akan memeriksa lagi berkas-berkas para calon siswa, ini masalah zonasi, akan kita periksa lagi, mohon sabar ya bapak ibu,nanti akan saya sampaikan ke atasan saya” pintanya.

Namun penjelasan dari kepala sekolah sepertinya belum bisa diterima oleh sebagian orang tua murid.

“Ini tidak adil ini harus diselesaikan sekarang , anak kami rata-rata 9 nilainya namun tidak bisa diterima disekolah ini,ada apa ini, jangan-jangan ada sesuatu dibalik ini semua?!,” kata bapak ini setengah berteriak.

“Ini keteledoran, ini pembodohan, lebih bagus keteledoran bapak cari solusinya sekarang!” sambung bapak berpeci lainnya menimpali.

Personil Polsek Medan Kota terlihat berjaga-jaga untuk mengamankan situasi.

Syukur, akhirnya, sekitar pukul 21.30 WIB kesepakatan terjadi, dan orang tua muridpun pulang membubarkan diri.(MR2/Red)

 

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.