‎Lapas Cipinang Gelar Asesmen Rehabilitasi dan Re-Edukasi, 17 Warga Binaan Disiapkan Ikuti Program Berbasis Ketahanan Pangan

‎Lapas Cipinang Gelar Asesmen Rehabilitasi dan Re-Edukasi, 17 Warga Binaan Disiapkan Ikuti Program Berbasis Ketahanan Pangan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, ‎JAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang melaksanakan asesmen rehabilitasi dan re-edukasi bagi narapidana pengguna NAPZA, Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gazebo Lapas Kelas I Cipinang tersebut diikuti oleh 17 warga binaan tindak pidana narkotika yang menjadi calon peserta program rehabilitasi berbasis ketahanan pangan.

‎Asesmen dilaksanakan dengan melibatkan Pembimbing Kemasyarakatan dari Bapas Jakarta Timur-Utara, asesor dan petugas Lapas Kelas I Cipinang, serta tenaga kesehatan. Proses ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi, riwayat penggunaan NAPZA, kebutuhan, serta kesiapan warga binaan dalam mengikuti program rehabilitasi.
‎
‎Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, mengatakan bahwa asesmen menjadi tahapan penting untuk memastikan program rehabilitasi diberikan secara tepat sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing warga binaan.
‎
‎«“Kami ingin setiap program pembinaan diberikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi warga binaan. Asesmen ini menjadi langkah awal untuk mengetahui siapa yang memang membutuhkan dan siap mengikuti program rehabilitasi, sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata,” ujar Dr. Syarpani.»
‎
‎Menurutnya, program rehabilitasi berbasis ketahanan pangan juga diharapkan tidak hanya membantu warga binaan dalam proses pemulihan, tetapi sekaligus membangun keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
‎
‎Sementara itu, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Jakarta Timur-Utara menjelaskan bahwa asesmen dilakukan secara menyeluruh dengan melihat berbagai aspek yang berkaitan dengan kondisi dan kebutuhan warga binaan.
‎
‎“Asesmen ini bukan hanya melihat riwayat penggunaan NAPZA, tetapi juga menggali kondisi dan kebutuhan warga binaan secara lebih menyeluruh. Hasilnya akan menjadi bahan dalam menentukan kelayakan serta rekomendasi untuk mengikuti program rehabilitasi,” jelasnya.
‎
‎Dalam pelaksanaannya, setiap warga binaan menjalani proses asesmen oleh asesor, dilengkapi pemeriksaan tenaga kesehatan serta penilaian dari wali atau pembina. Hasil asesmen kemudian dituangkan dalam rekomendasi yang menjadi bahan pertimbangan dalam proses selanjutnya.
‎
‎Salah seorang warga binaan inisial SL yang mengikuti asesmen menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti proses pembinaan.
‎
‎“Saya berharap bisa mengikuti program ini dengan baik. Saya ingin belajar, memperbaiki diri, dan mendapatkan keterampilan yang nantinya bisa saya gunakan setelah kembali ke masyarakat. Saya ingin membuktikan bahwa saya masih punya kesempatan untuk berubah,” ungkapnya.
‎
‎Kegiatan asesmen berlangsung dengan aman dan kondusif. Melalui pelaksanaan asesmen yang terukur, Lapas Kelas I Cipinang terus mendorong pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada perubahan perilaku, pemulihan, keterampilan, dan kesiapan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan secara positif di tengah masyarakat.(mr/red)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan