Dulu Jadi Primadona, Kini Pasar Petisah Sepi, DPRD Soroti Kinerja PUD Pasar Medan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Kondisi sejumlah kios di lantai 2 Pasar Petisah, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, memprihatinkan. Puluhan kios terlihat kosong dan tidak berpenghuni, sementara aktivitas perdagangan di lantai tersebut tampak minim.
Berdasarkan pantauan di lokasi, hanya beberapa kios yang masih dimanfaatkan pedagang, di antaranya untuk berjualan pakaian bekas dan membuka warung.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengelolaan Pasar Petisah serta upaya PUD Pasar Medan dalam menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di salah satu pasar tradisional yang pernah menjadi pusat perbelanjaan masyarakat Kota Medan.
Pengangkatan Anggia Ramadhan, SE, M.Si sebagai Direktur Utama PUD Pasar Medan sebelumnya diharapkan mampu membawa terobosan baru dalam pengelolaan pasar, termasuk menarik kembali minat pelaku usaha untuk mengisi kios-kios yang kosong.
Namun, kondisi di lapangan justru menjadi sorotan. Di tengah perkembangan bisnis yang semakin memanfaatkan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana promosi, pengelolaan pasar dinilai membutuhkan strategi dan inovasi yang lebih kreatif agar mampu menarik pedagang maupun masyarakat untuk kembali beraktivitas dan berbelanja di Pasar Petisah.
Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, mengatakan Pasar Petisah dulunya merupakan salah satu pusat perdagangan yang cukup dikenal masyarakat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan. Dia juga mengaku pasar Petisah menjadi tongkrongannya sampai saat ini.
“Selain warga Kota Medan, banyak juga masyarakat dari berbagai daerah di Sumatera Utara, bahkan dari Aceh, yang datang berbelanja ke Pasar Petisah. Biasanya aktivitas perdagangan cukup ramai pada Jumat, Sabtu, Minggu maupun hari libur,” ujar Antonius, Senin (28/9).
Menurut legislator dari Dapil I Kota Medan tersebut, kondisi Pasar Petisah dalam beberapa waktu terakhir justru menunjukkan penurunan aktivitas. Ia menilai persoalan kios kosong perlu mendapat perhatian serius karena tidak hanya berdampak terhadap pedagang, tetapi juga berkaitan dengan optimalisasi pendapatan perusahaan daerah.
“Sejak dikelola pimpinan sebelumnya hingga era kepemimpinan Anggia Ramadhan saat ini, menurut saya kondisi Pasar Petisah belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Bahkan, semakin banyak kios yang tidak terisi. Ini tentu menjadi dilema bagi pedagang yang masih bertahan dan juga menimbulkan pertanyaan bagaimana target PAD PUD Pasar dapat tercapai,” kata Politisi Partai NasDem ini saat berkunjung bersama keluarga di pasar Petisah baru-baru ini.
Antonius secara terbuka menyebut perlunya inovasi dalam pengelolaan pasar. Menurutnya, PUD Pasar Medan tidak cukup hanya menjalankan pola pengelolaan yang sudah ada, tetapi harus mampu menciptakan program baru yang dapat mengembalikan daya tarik Pasar Petisah.
“Menurut saya, perlu ada inovasi dan kreativitas dalam mengelola Pasar Petisah agar kembali hidup dan ramai. Kalau hanya menjalankan apa yang sudah ada, tentu perlu dipertanyakan program pengelolaan pasarnya. Ini baru Pasar Petisah, bagaimana dengan pasar-pasar lainnya?. Menurut saya Dirut PUD Pasar Medan tidak mampu mengelola pasar Petisah, ” tegasnya.
Ia pun mendorong PUD Pasar Medan agar tidak hanya menunggu pedagang datang, tetapi aktif mencari solusi dan menciptakan berbagai program yang mampu menarik pelaku UMKM untuk memanfaatkan kios-kios yang saat ini kosong.
“Jangan hanya menunggu bola. Harus ada terobosan untuk menghidupkan kembali Pasar Petisah, sehingga pelaku UMKM tertarik membuka usaha dan masyarakat kembali menjadikan pasar ini sebagai salah satu tujuan berbelanja,” pungkasnya.(MR/Irwan)

