Tanggapi 6 Strategi PAD Migas Pemprov, Wakil Ketua Fraksi Otsus DPR PB Agustinus Orosomna: Tinggalkan Ego, Bentuk Tim Gabungan Rebut PI 10% ke Pusat
METRORAKYAT.COM, TELUK BINTUNI – Wakil Ketua Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat, Agustinus Orosomna, S.H., menanggapi enam fokus strategi akselerasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor migas yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Sebelumnya, Kepala Dinas ESDM Papua Barat Samy Djunire Saiba pada Senin (21/09/2026) di Manokwari menetapkan enam fokus strategi akselerasi PAD Migas, dengan prioritas utama percepatan Participating Interest (PI) 10 persen Blok Tangguh LNG dan penguatan BUMD Migas.
Menanggapi strategi tersebut, Agustinus Orosomna menegaskan perjuangan PI 10 persen tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua pihak harus meninggalkan ego sektoral dan membentuk satu tim besar.
“Saya sudah pernah sampaikan untuk kita semua bahwa untuk berjuang menggapai PI 10 persen itu kita harus bentuk team yang terdiri dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, Masyarakat Adat, Praktisi Hukum, MRP, DPRP dan DPRK lalu kita berjuang sama-sama untuk ketemu dengan Pemerintah Pusat dan sampaikan maksud kita kesana,” ujar Agustinus kepada http://Metrorakyat.com, Selasa (22/09/2026) siang.
Anggota DPR Papua Barat yang dikenal vokal memperjuangkan hak Orang Asli Papua (OAP) ini meyakini, jika perjuangan dilakukan secara bersama dalam tim yang solid, Pemerintah Pusat pasti akan merespon.
“Saya yakin kalau dengan team pasti Pemerintah Pusat merespon apa yang kita sampaikan. Tinggalkan Ego kita masing-masing, kita berjuang untuk barang ini harus tiba dulu lalu siapa yang mau dapat dan siapa yang tidak dapat itu urusan belakangan yang penting hak kita terjawab dulu. Terima kasih Tuhan memberkati kita semua,” tegasnya.
Desakan Agustinus sejalan dengan sorotan Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy yang sebelumnya menyebut PDRB Teluk Bintuni telah mencapai Rp52,36 triliun pada 2024 dengan pertumbuhan 29,22 persen, namun belum sepenuhnya menyejahterakan masyarakat. Bupati berharap PI 10 persen segera terealisasi sebagai wujud keadilan bagi daerah penghasil.(mr/Azrul)
