Perkuat Penanganan Karhutlak, Bupati Inhu Turun Langsung Padamkan Api
METRORAKYAT.COM, INDRAGIRI HULU – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Pemkab Inhu) terus memperkuat komitmen dan sinergi lintas sektor dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah nyata ini ditunjukkan melalui keterlibatan aktif jajaran Pemerintah Kabupaten Inhu bersama personel gabungan dan peserta Kuliah Kerja Profesi (KKP) Sespimen Polri Dikreg ke-67 dalam penanggulangan Karhutla di lapangan.

Bahkan Bupati Inhu Ade Agus Hartanto turun langsung meninjau titik api dilapangan dan berjibaku bersama tim dari unsur pimpinan daerah yakni Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra dan Dandim 0302/Inhu Letkol Arh Bangun Bara Kurniawan Prabowo, personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhu, bahu membahu bersama unsur TNI, Polri, dan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman dan pendinginan guna percepatan penyelesaian karhutlak di wilayah Inhu.

Untuk percepatan penuntasan karhutlak di wilayah Inhu, Pemerintah Kabupaten Inhu juga mengerahkan kekuatan dari berbagai instansi teknis daerah, termasuk personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan melakukan operasi pemadaman dan pendinginan titik api di pimpin langsung oleh bupati Inhu.
Operasi gabungan telah dilakukan melibatkan pemanfaatan teknologi modern. Tim gabungan memanfaatkan pemantauan udara menggunakan drone untuk memetakan sebaran titik api serta mengarahkan pemadaman secara terukur dan efektif.
Selain itu,melalui kepemimpinan responsif Pemkab Inhu dan penguatan kolaborasi bersama kepolisian, instansi vertikal, serta masyarakat, diharapkan penanganan titik api di kawasan Indragiri Hulu dapat tertangani secara optimal guna mencegah dampak lingkungan yang lebih luas,ujar Bupati Inhu.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mempertegas komitmen dan keterlibatannya secara aktif dalam upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Inhu.
Karena Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto, S.Sos, M.Si bersama jajaran Forkopimda dan instansi teknis daerah mendampingi kunjungan kerja Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan serta Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo saat meninjau langsung lokasi penanganan Karhutla di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida.Peninjauan lapangan ini difokuskan untuk memastikan percepatan penanganan serta efektivitas proses pemadaman dan pendinginan pada kawasan lahan gambut ucap Bupati.
Bupati Ade Agus Hartanto menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah terkait untuk terus bersinergi dengan Satgas Karhutla. Keterlibatan Pemkab Inhu diwujudkan melalui pengerahan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhu, membahu bersama unsur TNI, Polri, dan Manggala Agni.
Pemerintah Daerah Indragiri Hulu berkomitmen penuh mendukung penanganan Karhutla secara optimal dan terpadu. Kami terus menggerakkan seluruh potensi di daerah, baik BPBD, unsur aparat di tingkat kecamatan hingga desa, serta kelompok masyarakat peduli api untuk bersatu padu mengatasi kebakaran ini,” sebut Bupati.
Kebakaran yang melanda area gambut membutuhkan perhatian ekstra karena karakteristik bara api yang terperangkap di bawah permukaan tanah. Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menjelaskan bahwa sebagian besar area terbakar sejauh ini telah berhasil dilokalisir dengan pembuat sekat-sekat kanal agar tidak meluas ke wilayah sekitarnya.
“Karena lahannya gambut, kita harus memastikan api betul-betul padam sampai di tingkat gambut yang paling dalam. Mudah-mudahan dua sampai tiga hari ke depan proses pendinginan bisa berjalan lancar,” jelas Agus di lokasi peninjauan.
Upaya penanganan Karhutla dilaksanakan melalui operasi terpadu, yang menggabungkan operasi darat untuk pendinginan hingga ke dasar gambut serta kesiapsiagaan water bombing via udara jika ditemukan titik api yang meluas. Selain itu, dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga disiapkan untuk memicu hujan buatan di kawasan rawan.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan apresiasi atas kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Inhu bersama seluruh tim gabungan di lapangan. Kapolda menegaskan pentingnya langkah restorasi pasca-kebakaran guna mencegah terulangnya Karhutla tahunan.
Sebagai bentuk pemulihan lingkungan secara konkret, Polda Riau bekerjasama dengan Kodam XIX/Tuanku Tambusai dan dukungan Pemkab setempat merencanakan gerakan penanaman satu juta pohon yang akan dimulai pada Oktober 2026 mendatang.
Sistem peringatan dini (early warning system) seperti aplikasi Lancang Kuning, SiPongi, Sipakar, dan Green Policing Presisi juga terus diperkuat untuk membantu pemerintah daerah dan petugas lapangan dalam merespons cepat setiap kemunculan hotspot di wilayah Inhu.
Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Pemkab Inhu) terus memantapkan strategi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayahnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hulu, Zulfahmi Adrian, AP, M.Si., memimpin kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Strategi Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat yang digelar bersama para Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Tahun 2026 di Ruang Narasinga Kantor Bupati Inhu.
Kegiatan diskusi ini diselenggarakan sebagai bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Sespimmen Polri untuk memetakan kondisi lapangan, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan langkah solusi yang terintegrasi dalam penanganan Karhutla di Indragiri Hulu.
Sekda Inhu Zulfahmi Adrian mengungkapkan, kedatangan Sespimmen bukan hanya sebuah rangkaian pendidikan, tetapi kesempatan bagi kita untuk saling belajar dan memahami persoalan daerah. Yang paling dibutuhkan adalah sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat,” tegas Sekda Zulfahmi.
Perwakilan Serdik Sespimmen Polri, Alexander, menyampaikan bahwa kegiatan KKP ini bertujuan untuk menggali informasi komprehensif mengenai kejadian Karhutla, efektivitas edukasi masyarakat, hingga upaya penanganan konkret yang telah dijalankan Pemkab Inhu bersama instansi terkait.
“Kami ingin melihat apa saja yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah dan stakeholder, mencari solusi bersama, serta menjadikannya sebagai bahan dan contoh yang bisa diterapkan di wilayah lain,” ujar Alexander. ( Advertorial )

