Proyek Normalisasi Parit Berlarut-larut, Camat Medan Deli: Air Sungai Deli Jadi Kendala

Proyek Normalisasi Parit Berlarut-larut, Camat Medan Deli: Air Sungai Deli Jadi Kendala
Keterangan foto: Camat Medan Deli, M. Aidiel Putra Pratama. (metrorakyat.com/Irwan)
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Keluhan warga Komplek Perumahan/Ruko Kota Baru, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, terkait proyek normalisasi parit yang disebut telah berlangsung hampir dua tahun namun tak kunjung tuntas, akhirnya mendapat tanggapan dari Camat Medan Deli, M. Aidiel Putra Pratama, Minggu (2/8).

Proyek yang diharapkan mampu mengatasi persoalan drainase justru dikeluhkan warga karena proses pengerjaannya dinilai mengganggu akses keluar-masuk ke kawasan kompleks.

Menanggapi keluhan tersebut, Aidiel menjelaskan bahwa persoalan di kawasan itu tidak sesederhana pekerjaan normalisasi parit. Menurutnya, salah satu kendala utama adalah kondisi Sungai Deli di ujung jalan kompleks yang memiliki elevasi debit air cukup tinggi.

Ketika debit Sungai Deli meningkat, air disebut dapat masuk ke kawasan permukiman warga. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pengerjaan normalisasi harus menyesuaikan dengan kondisi debit air sungai.

“Permasalahannya, aliran Sungai Deli yang ada di ujung jalan kompleks terlalu tinggi. Kalau debit sungai naik, air bisa masuk ke lokasi kompleks masyarakat,” ujar Aidiel.

Ia mengaku persoalan tersebut sebelumnya sudah pernah dijelaskan kepada warga. Menurutnya, pengerjaan normalisasi tetap dilakukan, namun harus menunggu kondisi debit sungai turun agar pekerjaan dapat berjalan.

Aidiel juga menegaskan bahwa usulan normalisasi tersebut bukan tiba-tiba muncul dari pemerintah, melainkan merupakan aspirasi masyarakat yang telah disampaikan sebelumnya.

Namun, untuk pelaksanaan teknis, kata Aidiel, kewenangan berada pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan.

Tak hanya normalisasi, warga juga disebut mengusulkan pembangunan pintu air yang berfungsi mengontrol debit air dari Sungai Deli. Akan tetapi, pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) karena berkaitan dengan aliran sungai.

Yang menarik, Aidiel mengungkapkan bahwa keluhan warga mengenai persoalan drainase tersebut sebenarnya sudah berulang kali disampaikan melalui kegiatan reses maupun sosialisasi anggota DPRD Medan.

“Kalau tidak salah, permasalahan drainase itu sudah pernah mereka sampaikan kepada empat anggota dewan di Dapil 2, baik melalui reses maupun langsung kepada anggota dewan. Harapan kita, normalisasi dapat segera diselesaikan,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan di tengah warga, jika aspirasi sudah berkali-kali disampaikan, mengapa pengerjaan normalisasi masih belum juga tuntas.

Sementara itu, Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Khairul Azmi, saat dikonfirmasi awak media memastikan pekerjaan normalisasi tersebut akan diselesaikan.

Tak hanya melanjutkan normalisasi, pihaknya juga berencana membangun U-Ditch sebagai saluran air yang dinilai lebih efektif dalam mengalirkan debit air.

“Kita akan menyelesaikan pekerjaan normalisasi tersebut. Nantinya juga akan dibangun U-Ditch sebagai saluran air yang lebih efisien,” ujar Khairul Azmi.

Warga kini berharap penjelasan tersebut tidak berhenti sebatas janji. Sebab, bagi masyarakat Komplek Kota Baru, yang dibutuhkan bukan sekadar penjelasan mengenai kendala teknis, melainkan kepastian kapan proyek selesai dan akses warga kembali normal.(MR/Red)

 

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan