Pangdam dan Wali Kota Resmikan Jembatan Garuda, Warga Tak Lagi Waswas

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Ratusan warga Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Polonia bersyukur. Jembatan Garuda resmi dibuka Panima Kodam I/Bukti Barisan, Mayjen Hendy Antariksa dan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas untuk akses anak sekolah dan aktivitas masyarakat, Selasa (28/7/2026).
Mayjen Hendy Antariksa menyampaikan, pembangunan Jembatan Garuda untuk masyarakat keluar dari kesulitan, untuk mendapat akses transportasi layak, seperti jembatan ini (Perintis Garuda).
“Ini cepat kita selesaikan, kita juga sedang laksanakan program Presiden membangun 6.000 jembatan di seluruh Indonesia. Di Sumatera Kodam sudah membangun 323 jembatan,” kata Pangdam I/BB, Hendy Antariksa
“Awalnya membangun ini berangkat dari berita yang viral, hal seperti ini kita mengambil sisi positif berita di media sosial. Kita bekerja untuk masyarakat. Kami dari Kodam tidak tersinggung, dari berita kita ambil manfaatnya yang positif, kalau ada lagi kita akan bangun bila ada kebutuhan masyarakat, bisa dilaporkan ke Dandim dan koordinasi ke Pak Wali Kota. Kita akan bangun jembatan agar aktifitas masyarakat dan ekonomi lancar,” katanya.
Pangdam berharap jembatan Garuda ini bisa bermanfaat besar bagi masyarakat, untuk mendapat akses layak dan aman. Dan berharap jembatan bisa awet sepanjang masa.
“Kalau ada kerusakan bisa informasikan ke kami. Kalau ada struktur teknis beri tahu kami, seperti keamanannya. Di kesempatan ini saya dan Pak Wali memohon ridho Allah SWT pada hari ini Selasa 28 Juli 2026, pukul 08.20 WIB jembatan perintis Garuda Kelurahan Sukadamai, Polonia resmi saya buka dan digunakan masyarakat,” ungkapnya disambut riuh tepuk tangan sebagai rasa syukur.
Pangdam menjelaskan, bahwa jembatan Garuda ini dibangun oleh arahan Bapak Presiden Prabowo, membentang sepanjang 35 meter dengan lebar, 1,5 meter. Untuk beban yang bisa ditahan mencapai 4 ton.
“Saya Imbau masyarakat, kalau kondisi ramai ya ditahan-tahan bergantian ya. Jembatan ini dikerjakan 51 hari. Semoga masyarakat ikut menjaga. Untuk personel terlibat kira-kira 20 orang dari TNI AD, Pemko Medan dan masyarakat yang bersinergi,” ungkapnya.
Wali Kota Medan, Rico Waas mengatakan, banyak sekali masyarakat berakses lewat jembatan ini, di antara warga dari tiga kecamatan yang saling berhubungan antar wilayah. Yakni Kecamatan Polonia, Kecamatan Maimun, Kecamatan Medan Johor.
“Peresmian jembatan ini diharapkan berjalan lancar dan keberkahan Allah. Ini momen yang rasanya akan jadi kesan baik bagi kita semua. Kita laksanakan atas dasar sinergi, komunikasi yang cepat. Jembatan ini sudah dari zaman Belanda yang sebelumnya rel kereta api. Dipakai warga lalu lalang,” kata Wali Kota Medan.
Lanjut Rico, kondisi jembatan yang sudah tua hingga 2024 sempat banjir besar hingga runtuh. Dan akhirnya akses masyarakat Kecamatan Polonia, Maimun terputus.
“Berita mencuat karena ada hal memprihatinkan kita saksikan, anak-anak yang ingin menyeberang harus melewati pipa yang membahayakan nyawa, kita miris, dengan itu kami berkunjung langsung melihat. Lalu hari ini kita selesaikan. Saya ingat itu April 2026 kami cek, sehingga dipelajari, lahannya. Tempo cepat ini terlaksanakan, saya surprise pengerjaan sangat cepat April ke Juli sangat cepat, pengerjaan hanya lima minggu. Ini untuk masyarakat. Alhamdulillah,” ungkap Rico Waas.
Peresmian ini disambut penuh syukur dan antusias ratusan warga. Ibu-ibu dan anak sekolah terlihat semringah menyambut detik-detik peresmian, hingga meminta swafoto bersama Wali Kota dan Pangdam.
“Terima kasih Pak Rico dan Pangdam yang sudah membangun jembatan Garuda. Kami pun janji semua menjaga, gak ada maling, gak ada rayap besi. Kalau bisa dipasang juga CCTV-nya biar besinya gak dimaling besinya,” kata Kusuma Ibu Rumah Tangga didampingi Ibu Leli dan lainnya.
Jembatan ini sempat viral karena berbahaya, dan dilintasi anak-anak sekolah. Publik merasa terenyuh melihat berita viral, karena tinggi jembatan pipa berada setinggi 15 meter ke permukaan Sungai Deli pada April 2026 yang dilintasi anak sekolah sambil bertaruh nyawa
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga mengingat permukaan pipa yang melengkung dan licin sehingga berisiko membahayakan keselamatan para pelajar.(MR/red)

