Sosper Persampahan, David Roni Sinaga Ajak Warga Perangi Sampah Demi Selamatkan Kota Medan

Sosper Persampahan, David Roni Sinaga Ajak Warga Perangi Sampah Demi Selamatkan Kota Medan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, SE, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh persoalan sampah. Menurutnya, sampah yang dibuang sembarangan bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat memicu banjir hingga mengancam keberlangsungan sebuah kota.

Hal itu disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Perda Kota Medan Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan, di Jalan Amaliun Gang Sopan, Kelurahan Kota Matsum IV, Kecamatan Medan Kota, Minggu (5/7).

Di hadapan ratusan warga yang hadir, politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menyumbat aliran sungai, drainase, dan parit sehingga berpotensi menimbulkan banjir. Bahkan, limbah industri yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) dapat mencemari lingkungan dan merusak ekosistem.

“Persoalan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan, lingkungan, dan masa depan kota. Karena itu, kita semua harus memiliki kepedulian untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

David Roni menegaskan, peran kepala lingkungan, lurah, hingga camat sangat penting dalam memastikan wilayahnya tetap bersih dan bebas dari sampah.

Ia juga mengapresiasi langkah Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang aktif menggalakkan kegiatan gotong royong dan turun langsung memantau kebersihan di berbagai wilayah.

“Kita mengapresiasi Pemerintah Kota Medan yang terus meningkatkan pengawasan terhadap persoalan sampah. Namun, keberhasilan menjaga kebersihan kota juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh masyarakat,” katanya.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Medan itu juga menyoroti masih terbatasnya sarana dan prasarana pengelolaan sampah.

Menurutnya, ketersediaan tempat pembuangan sementara (TPS), armada pengangkut, hingga becak sampah masih belum memadai sehingga sering dikeluhkan masyarakat.

Ia mengatakan, keterlambatan petugas mengangkut sampah membuat tumpukan sampah rumah tangga menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan warga.

“Kalau masyarakat diminta tertib membayar retribusi sampah, maka pelayanan pengangkutan sampah juga harus dilakukan secara tertib dan tepat waktu,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, David Roni turut mengapresiasi program Bank Sampah yang diprakarsai Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan bekerja sama dengan PT Pegadaian. Menurutnya, program tersebut dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah nonorganik.

“Ada tiga jenis sampah, yakni organik, nonorganik, dan bahan berbahaya serta beracun (B3). Sampah nonorganik memiliki nilai ekonomi jika dikelola melalui Bank Sampah, sehingga dapat menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga,” jelasnya.

Mengakhiri kegiatan, David Roni mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan serta tidak lagi membuang sampah ke sungai, drainase, maupun sembarang tempat.

“Mari kita jaga lingkungan dari bahaya sampah agar Kota Medan tetap bersih, sejuk, indah, nyaman, dan sehat untuk kita semua,” pungkasnya.

Kegiatan Sosper diakhiri dengan sesi foto bersama, pembagian suvenir, kue, dan nasi kotak kepada masyarakat yang hadir.
(MR/Irwan)

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan