Warga Protes, Dump Truck Ke Emp Gebang Masih Gunakan Jalan Umum
METRORAKYAT.COM, LANGKAT – Aktivitas ratusan dump truck pengangkut material tanah timbun yang melintasi jalur Kampung Lalang menuju Pantai Cermin hingga ke lokasi kerja EMP Gebang Ltd. kembali menuai protes warga. Masyarakat menilai tingginya intensitas kendaraan menyebabkan debu berlebihan serta mempercepat kerusakan jalan kabupaten yang digunakan sebagai jalur umum.
Ramlan, salah seorang warga, menyebutkan jumlah dump truck yang melintas setiap hari diperkirakan mencapai 50 hingga 100 unit. Kondisi tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat yang bermukim di sepanjang jalur angkutan.
“Debu sangat mengganggu, apalagi setiap hari dilalui kendaraan berat. Jalan juga cepat rusak,” ujar Ramlan.
Ia menegaskan bahwa ruas jalan yang dilalui dump truck tersebut merupakan jalan kabupaten yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah, sehingga menurutnya pihak perusahaan harus bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
“Itu jalan kabupaten, dibangun pakai uang negara. Jadi EMP harus bertanggung jawab kalau terjadi kerusakan,” katanya.
Ramlan juga meminta agar pihak perusahaan tidak hanya fokus pada aktivitas pengangkutan material, tetapi juga melakukan langkah penanganan terhadap debu yang ditimbulkan dari lalu lintas dump truck.
“Debu ini harus ditangani. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan oleh truk pengangkut tanah timbun yang datangnya juga tidak jelas dari mana asal materialnya,” ujarnya.
Sebelumnya, masyarakat telah mempertanyakan aktivitas tersebut kepada pihak EMP Gebang Ltd. Saat itu, perusahaan disebut menyampaikan bahwa kendaraan pengangkut material akan diarahkan melalui jalur alternatif.
Namun di lapangan, warga masih mendapati dump truck melintas di jalan yang digunakan masyarakat.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Field Coordinator EMP Gebang Ltd., Ronny Lilipaly, mengatakan bahwa sopir truk pengangkut material telah diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif melalui kawasan Karantina.
“Seharusnya lewat Karantina,” ujar Ronny.
Terkait kondisi jalan yang mengalami kerusakan akibat aktivitas angkutan material, Ronny menegaskan pihak perusahaan akan melakukan perbaikan.
“Kalau terkait jalan rusak, pasti perusahaan akan perbaiki,” katanya.
Namun saat ditanya mengenai keberadaan dokumen atau kesepakatan tertulis dengan Pemerintah Kabupaten Langkat terkait tanggung jawab perbaikan jalan tersebut, Ronny belum memberikan jawaban.
Hal serupa juga terjadi ketika ditanya mengenai langkah penanggulangan debu akibat aktivitas dump truck menuju lokasi kerja EMP Gebang Ltd. Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan penjelasan lebih lanjut.
Warga berharap pihak perusahaan maupun pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret, termasuk penertiban jalur angkutan serta pengendalian dampak debu, agar aktivitas pengangkutan tidak terus merugikan masyarakat sekitar.(MR/HLS)
