Demo Mahasiswa Menggema di Jakarta, Zainuddin: Pemerintah Harus Fokus pada Rakyat

Demo Mahasiswa Menggema di Jakarta, Zainuddin: Pemerintah Harus Fokus pada Rakyat
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Aksi damai yang digelar mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dinilai sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi ekonomi bangsa yang tengah dihadapi masyarakat.

Penilaian tersebut disampaikan mantan aktivis mahasiswa, Zainuddin Lubis, menanggapi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa di Jakarta.

Menurut Zainuddin, situasi ekonomi saat ini semakin berat bagi masyarakat. Melemahnya nilai tukar rupiah, meningkatnya harga kebutuhan pokok, serta kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di berbagai lapisan.

“Mahasiswa menyampaikan aspirasi yang lahir dari keresahan masyarakat. Ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap kondisi bangsa saat ini,” ujar Zainuddin, Sabtu (13/6).

Ia menilai pemerintah terkesan lebih fokus menjalankan program-program prioritas masing-masing lembaga, namun belum sepenuhnya menyentuh persoalan yang dirasakan langsung oleh rakyat.

Zainuddin juga menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilainya menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Mulai dari kebijakan perpajakan, imbauan penghematan kepada masyarakat di tengah isu pemborosan anggaran, hingga berbagai kebijakan lain yang menjadi perdebatan publik.

“Hari ini masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah yang mampu memberikan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang sedang dihadapi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut aksi yang dilakukan mahasiswa BEM UI bersama mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB) merupakan gambaran dari keresahan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, bukan tidak mungkin aksi serupa akan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia apabila kondisi yang menjadi tuntutan mereka tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Dalam aksi yang berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta, para mahasiswa diketahui membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah, yakni menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan tidak menghindari kritik publik.( MR/Red)

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan