Pegang Teguh Pancasila dan Jangan Lupakan Sejarah Bangsa, Jusup Ginting Suka Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan

Pegang Teguh Pancasila dan Jangan Lupakan Sejarah Bangsa, Jusup Ginting Suka Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, , mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa dan mahasiswi, untuk terus memegang teguh nilai-nilai Pancasila serta tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa sebagai landasan menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pesan tersebut disampaikan Jusup saat menggelar kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Lapangan Gereja GBI, Jalan Pintu Air IV Gang Ternak Ujung, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang dihadiri masyarakat, tokoh lingkungan, serta kalangan mahasiswa itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila secara bersama-sama sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar negara.

Mewakili pemerintah setempat, pihak Kelurahan Kwala Bekala dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia.
“Indonesia adalah negara besar yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya. Karena itu, diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa yang kita cintai ini,” ujarnya.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Jusup Ginting Suka dengan mengucapkan Salam Pancasila yang disambut antusias seluruh peserta.

Dalam pemaparannya, Jusup mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah bangsa. Ia mengutip pesan Presiden pertama Republik Indonesia, , melalui jargon JASMERAH atau “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”.

“Pesan ini sangat relevan bagi generasi muda. Sejarah harus menjadi pelajaran agar kita memahami bagaimana para pendiri bangsa berjuang merebut kemerdekaan dan meletakkan dasar kehidupan bernegara,” katanya.

Menurut Jusup, Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman sehingga semangat persatuan harus terus dirawat dan dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

“Kita adalah bangsa yang menjunjung tinggi pluralisme. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia. Mari mencintai negeri ini dengan menjaga persatuan dan menghormati sesama anak bangsa,” tegasnya.

Setelah sambutan pembuka, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh selaku Staf Ahli Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan.
Dalam paparannya, Waldemar menjelaskan bahwa Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yakni “panca” yang berarti lima dan “sila” yang berarti dasar atau pedoman hidup.

“Pancasila berarti lima dasar yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penyebarluasan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur bangsa, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga keutuhan NKRI.

Menurutnya, lima sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena memuat nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga ideologi bangsa yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilai-nilai tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda agar memiliki karakter kebangsaan yang kuat dan tidak mudah terpengaruh paham-paham yang bertentangan dengan jati diri bangsa,” ujarnya.

Pada sesi dialog, seorang peserta bernama Adit mengangkat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari transparansi penggunaan anggaran, maraknya penyebaran hoaks, hingga penegakan hukum yang dinilai masih perlu diperkuat.

Menanggapi hal tersebut, Jusup menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen kontrol sosial dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan.

“Mahasiswa harus hadir sebagai kekuatan moral yang mengawasi penggunaan anggaran secara transparan agar masyarakat mengetahui bagaimana anggaran negara digunakan. Pengawasan itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan bertanggung jawab,” katanya.

Terkait maraknya penyebaran informasi palsu, Jusup mengajak generasi muda menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Ketika ada berita hoaks, tugas kita adalah meluruskan informasi tersebut. Jangan ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Mahasiswa sebagai generasi terdidik harus mampu memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Jusup berpesan agar generasi muda memiliki mental yang tangguh, berani menghadapi tantangan, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi dinamika kehidupan.

“Anak muda harus memiliki mental yang kuat. Jangan mudah mengeluh dan jangan takut menghadapi tantangan. Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang kritis, berintegritas, berani, dan memiliki semangat untuk membawa perubahan yang lebih baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, sikap kritis mahasiswa merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, sikap tersebut harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila, etika, dan semangat kebangsaan demi menjaga persatuan serta keutuhan bangsa.

Kegiatan berlangsung penuh antusias. Para peserta aktif mengikuti diskusi dan tanya jawab sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang semakin kompleks.(MR/red)

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan