Banjir Batang Toru Rendam 6 Rumah dan 15 Hektare Lahan Pertanian di Tarutung
METRORAKYAT.COM,TAPUT – Luapan Sungai Batang Toru menerjang Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu malam hingga Kamis dini hari (20/5/2026). Sedikitnya enam rumah warga terdampak dan sekitar 15 hektare lahan pertanian produktif terendam banjir, memicu kekhawatiran gagal panen di tengah musim tanam.
Banjir terparah terjadi di kawasan Rambing Hutapea, tepat di sekitar jembatan penghubung Desa Banuarea dengan Desa Pansurnapitu, Kecamatan Siatas Barita. Air meluap setelah debit Sungai Batang Toru meningkat akibat kiriman dari dua sungai besar di hulunya, yakni Sungai Sigeaon dan Sungai Situmandi.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menghantam areal pertanian yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat. Tanaman padi, jagung, kacang tanah, bawang merah hingga cabai merah dilaporkan tergenang, bahkan sebagian tersapu arus.
Data sementara Dinas Pertanian Tapanuli Utara mencatat lahan terdampak meliputi 9 hektare sawah padi, 5 hektare jagung, 0,1 hektare kacang tanah, 0,2 hektare bawang merah dan 0,1 hektare cabai merah.
“Kita masih memikirkan skema yang tepat terkait penanganan terhadap petani di sana, sekiranya terjadi gagal panen,” ujar Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Utara, Viktor Freddy Siagian.
Pantauan Kamis pagi, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara turun langsung ke lokasi untuk meninjau dampak banjir. Hadir di antaranya Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Utara Tohom Silaban, Camat Tarutung Renhard Lumbantobing, jajaran Dinas PUTR dan Perhubungan, perangkat desa serta Babinsa.
Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Utara, Tohom Silaban, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan kerugian material dan kebutuhan warga terdampak.
“Data valid terkait total kerugian masih dalam proses pendataan karena tim masih bekerja di lapangan. Namun yang pasti ada enam unit rumah warga yang terdampak langsung,” katanya.
Ia menyebutkan, sedikitnya tiga kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi rumah mereka tidak lagi layak ditempati.
“Pemerintah pada prinsipnya akan memberikan bantuan bahan pangan bagi warga yang mengungsi. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan Camat Tarutung terkait langkah penanganannya,” ujar Tohom.
Warga mendesak pemerintah segera melakukan normalisasi aliran Sungai Batang Toru. Mereka khawatir banjir serupa akan terus berulang, terutama saat curah hujan tinggi melanda kawasan Tarutung dan sekitarnya.
(MR/Andoky Manalu)
