Sinergi dan Kolaborasi, Bank Sumut Ikut Berperan Gairahkan Perekonomian Masyarakat

METRORAKYAT. COM, MEDAN – Bank Sumut sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah terus bergerak mendukung pembangunan infrastruktur dan gairah perekonomian masyarakat di Sumatera Utara.
Mulai dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Bank Sumut ikut berperan dalam membantu masyarakat mendapatkan modal pengembangan usaha, kredit kepemilikan rumah, serta mendukung 5 Pilar Prioritas Pembangunan Sumatera Utara.
Dimana, lima pilar tersebut mencakup Peningkatan Kualitas Infrastruktur, yaitu fokus pada perbaikan jalan dan infrastruktur dasar yang mendukung konektivitas ekonomi. Pendidikan Berkualitas, yaitu memastikan seluruh sekolah di Sumut layak, memiliki listrik, dan internet agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik.
Peningkatan Kesehatan yaitu melanjutkan program berobat gratis dan peningkatan layanan kesehatan regional. Tata Kelola Pemerintahan Kolaboratif, yaitu membangun kolaborasi antar stakeholder, mengurangi ego sektoral, serta menghadirkan negara dalam kehidupan sehari-hari.
Kemudian, Pemberdayaan Ekonomi Daerah & Desa yaitu melanjutkan pembangunan berbasis desa, optimalisasi potensi daerah, dan mengurangi daerah tertinggal
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution dalam sebuah kesempatan menyampaikan, bahwa Bank Sumut harus bisa naik kelas setelah kinerjanya terus menunjukkan tren positif hingga kuartal III/2025 di tengah situasi ekonomi yang serba tidak pasti.
Capaian kinerja positif hingga akhir September 2025 dinilai sebagai momentum penting guna mempercepat langkah Bank Sumut untuk naik kelas Bank Buku II menuju Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) II.
Gubernur juga mengapresiasi konsistensi pertumbuhan kinerja positif sekaligus menjadi bukti Bank Sumut mampu beradaptasi, menjaga kepercayaan publik, dan memperkuat kontribusinya bagi pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga berkomitmen penuh mendukung penguatan modal, dan strategi ekspansi yang dilakukan Bank Sumut.
Di tengah situasi dan kondisi perekonomian nasional dan kondisi keuangan yang semakin ketat, Bank Sumut juga dalam hal ini perlu melakukan efisiensi operasional melalui penurunan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) Bank Sumut.
Dengan kinerja Bank Sumut yang semakin membaik ini akan memberikan dampak langsung bagi peningkatan pendapatan asli daerah yang tahun ini ditargetkan bisa menyumbang sebesar Rp289 miliar.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Pemprov akan terus mendukung setiap langkah transformasi Bank Sumut agar menjadi bank daerah yang tangguh, efisien, dan berdaya saing nasional. Saatnya Bank Sumut naik kelas, dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara.
Tantangan dan Peluang
Memasuki tahun 2026, PT Bank Sumut (Perseroda) menegaskan kesiapan sebagai bank pembangunan daerah yang dapat menjembatani agenda kebijakan fiskal dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan ruang fiskal yang semakin terbatas, kehadiran Bank Sumut dipastikan strategis dalam menjaga likuiditas keuangan daerah sekaligus memastikan roda ekonomi tetap bergerak di tingkat lokal. Kesinambungan pembangunan daerah menuntut dukungan lembaga keuangan yang tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat dan pemerintah daerah.
Sinergi yang terbangun antara Bank Sumut dan pemerintah daerah sebagai pemegang saham utama menjadi faktor penting dalam memastikan belanja publik, layanan dasar, dan aktivitas ekonomi daerah tetap berjalan.
Penyesuaian fiskal tidak bisa dihindari. Yang terpenting adalah memastikan strategi yang diambil mampu menjaga keberlanjutan pembangunan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam operasionalnya, Bank Sumut menghadapi banyak tantangan internal dan eksternal serta bersaing dengan bank pemerintah lainnya serta bank swasta dalam ‘menggoda’ hati masyarakat agar tidak beralih dari Bank Sumut.
Tantangan ini sesungguhnya menjadi peluang yang sangat besar bagi Bank Sumut dalam mendapatkan hati masyarakat agar menjadikan Bank Sumut sebagai tempat prioritas untuk menabung, berinvestasi dan mendapatkan kredit pengembangan usaha.
Menyinggung upaya Bank Sumut membantu masyarakat dalam mendapatkan dukungan dana pengembangan usaha, yaitu lewat penyaluran kredit yang diarahkan untuk menopang sektor-sektor produktif yang memiliki dampak langsung bagi perekonomian daerah, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah, perdagangan, serta sektor-sektor pendukung layanan publik.
Pembiayaan ini membantu pelaku usaha mempertahankan kegiatan usahanya dan mendukung pemerintah daerah dalam menjaga aktivitas ekonomi dan lapangan kerja.
Dalam hal penyaluran kredit ini, Bank Sumut harus mengedepankan prinsip kehati-hatian agar ke depan tidak berpotensi menjadi kredit macet.
Selain pembiayaan, Bank Sumut juga mengoptimalkan pengelolaan keuangan pemerintah daerah melalui layanan cash management dan pengelolaan kas yang lebih efisien.
Langkah ini membantu pemerintah kabupaten dan kota menjaga likuiditas, mengatur arus kas belanja publik, serta memastikan layanan kepada masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar dapat berjalan lebih terencana.
Gempuran dompet digital dan semua perbankan saat ini sudah memiliki layanan digital m-Banking, Bank Sumut juga harus melakukan transformasi dengan melakukan pengembangan layanan digital untuk memudahkan masyarakat bertransaksi, membayar pajak dan retribusi daerah, serta mengakses layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang.
Aplikasi new-Sumut mobile yang memiliki fitur-fitur bertransaksi menjadi lebih simpel perlu mendapat up-grade agar lebih mudah dan ringan diakses dimana saja.
Dengan layanan digital new-Sumut mobile ini, masyarakat semakin dimudahkan untuk membayar air, listrik, pajak, tarik tunai dan setor tunai tanpa harus ke kantor cabang.
Di sisi lain, penguatan tata kelola menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan publik. Pengelolaan dana masyarakat dan keuangan daerah harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi.
Seperti yang disampaikan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Bank Sumut harus membuka diri untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan stakeholder dalam membangun Sumatera Utara yang lebih baik, serta berdampak besar pada perekonomian masyarakat.
Penulis : Irwan S.P.Manalu

