Ratusan Juta Dana Pembangunan Revitalisasi SD N 173383 Hutatinggi Diduga Digelapkan Kepsek Dan Bendahara
METRORAKYAT.COM, TAPUT – Laporan administrasi proyek revitalisasi SD N 173383 Hutatinggi Kecamatan Parmonangan Kabupaten Tapanuli Utara senilai Rp. 1.479.239.619 diduga kuat dimanipulasi dan sarat rekayasa oleh bendahara revitalisasi yang merupakan oknum PNS di unit sekolah inisal J.M
Pekerjaan proyek disebut dilaporkan rampung demi pencairan anggaran, sementara di lapangan pekerjaan masih belum selesai hingga saat ini.
Namun, Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN 173383 Hutatinggi Ismail Simamora membantah tudingan tersebut saat ditemui dilokasi pekerjaan, Selasa 26 Januari 2026. Meski demikian, ia mengakui adanya keterlambatan pengerjaan karena pada bulan November 2025 Tapanuli Utara dilanda bencana alam yang mengakibatkan pasokan material terhenti sementara.
” Kalau rekayasa itu tidak benar, masalah keterlambatan diakibatkan pasokan material terhenti akibat bencana alam yang melanda Taput pada bulan November 2025 lalu” ucap ismail
Isu beredar dikalangan masyarakat bahwa oknum bendahara kegiatan inisial J.M yang merupakan PNS diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dengan memanipulasi anggaran dana Revitalisasi SDN 173383 Hutatinggi.
Menurut keterangan salah satu masyarakat hutatinggi yang namanya tidak bersedia untuk disebutkan mengatakan bahwa gaya hidup J.M seketika berubah derastis. Dari gaya hidup sederhana, berubah menjadi gaya hidup mewah. Hal ini yang mejadi sorotan dikalangan masyakat. Dugaan korupsi timbul dikalangan masyarakat semakin tajam terhadap J.M.
” setelah dia menjadi bendahara pembangunan revitalisasi sekolah, gaya hidup dia berubah derastis. Mulai dari membeli barang baru, dan menggunakan asesoris mewah, seperti cincin mas. Kita juga tau harga mas saat ini sangat tinggi” jelas masyarakat
Saat dikonfirmasi kepada Oknum Bendahara Pembangunan Revitalisasi SDN 173383 inisial J.M melalui aplikasi WA, Selasa 26/01/2026 mengatakan bahwa laporan keuangan yang dia laporkan sudah benar dan sesuai dengan pembelanjaan.
“Menurut Au, Hira naso adong do nasalah,,, sesuai pembelanjaan do hubaen, alai dang huboto manatau adong tutu, salah laporanku, bah jolo sae mana LPJ” jelasnya dalam bahasa batak
( menurut saya, sepertinya tidak ada yang salah. Sesuai pembelanjaanya saya buat. Tetapi saya tidak mengetahui mana tau ada kesalahan lapiloran saya, tunggu selesailah LPJ )” jelasnya diartikan ke bahasa Indonesia.
Terpisah, saat dikonfirmasi Kepala Sekolah SDN 173381 yang merupakan penanggung jawab pekerjaan Revitalisasi mengatakan bawa hingga saat ini pekerjaan sudah tahap akhir. Hanya saja ada pembenahan tahap akhit sebelum laporan 100%.
Adanya isu yang beredar di tengah masyarakat, Kepsek mengatakan tidak mengetahui hal itu. Menurutnya tudingan masyarakat terkait hal itu tidak bisa hanya berdasarkan pengelihatan gaya hidup bendahara yang berubah.
“Pekerjaan saat ini sudah mencapai tahap akhir, hanya sedikit lagi yang perlu dibenahi untuk laporan 100%. Untuk tudingan masyarakat, menurut saya itu tidaklah berdasar. Jangan hanya karena pengelihatan masyarakat gaya hidup bendahara berubah dikatakan korupsi” jelas kepsek
Menanggapi adanya informasi yang beredar di tengah masyarakat ketua LSM Pemerhati Pembangunan Pemerintah Isak S.H, M.H mengatakan akan melaporkan temuan ini kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap oknum bendahara. Dimana saat ini Pemerintah lagi fokus dalam hal Pemberantasan Korupsi” jelasnya.(MR/ Andoky Manalu)
