Turun Kelapangan, Agus Setiawan Mendengarkan Langsung Keluhan Warga Tentang Tarif Parkir Kota Medan

Turun Kelapangan, Agus Setiawan Mendengarkan Langsung Keluhan Warga Tentang Tarif Parkir Kota Medan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Agus Setiawan, anggota fraksi partai PDI Perjuangan DPRD Kota Medan turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluhan warga tentang pengelolaan parkir. Hal ini sengaja dilakukannya untuk mengetahui langsung apakah tarif parkir yang sudah diberlakukan di kota Medan sudah sesuai harapan masyarakat atau malah memberatkan.

Agus Setiawan mengaku sebagai wakil rakyat yang saat ini duduk di komisi III DPRD Kota Medan sudah menjadi tugasnya untuk mengecek kondisi terbaru tentang restribusi parkir tepi jalan tersebut.

Dia berharap aspirasi yang dia terima nantinya dari masyarakat dapat menjadi masukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam merumuskan perwal Parkir kota Medan yang baru.

“Sebagai wakil rakyat tugas saya adalah turun kembali untuk mengecek kondisi terbaru. Dan saya tidak bosan-bosan untuk mengingatkan pemko Medan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat tentang parkir ini agar Perwal parkir yang baru nanti bisa benar benar menyelesaikan masalah Parkir yang ada di kota Medan, “ujarnya, Jumat (11/9).

Menurut legislator asal Dapil 4 Kota Medan ini, dari beberapa warga yang dia temukan seperti pengemudi ojek online berharap tarif parkir diturunkan dari Rp.3000 menjadi Rp.2000. Warga lainnya masih mengeluhkan mahalnya tarif parkir, apalagi ibu rumah tangga saat berbelanja lebih mengeluhkan petugas parkir yang muncul hanya mau meminta uang parkir tanpa ada mengatur parkir.

Keluhan yang sama sambung Agus juga diutarakan oleh para pedagang pasar. Menurut mereka, tarif parkir yang ada saat ini sangat tinggi, bahkan dalam sehari mereka bisa membayar parkir minimal Rp.6000 untuk kenderaan roda dua. Padahal para pedagang tersebut mengaku jika dagangan mereka tidak selalu ramai.

“Kalau bisa tarif parkir diturunkan lah Rp.1000 atau Rp. 2000. Kalau dua kali parkir kali Rp.3000 sudah Rp.6000, sudah bisa minum teh manis di rumah, dan petugas parkir harus resmi ditandai dengan baju khusus petugas parkir, memakai tanda pengenal dan memiliki karcis resmi yang diberikan saat menerima uang parkir dan tidak liar,” ucap Agus Setiawan menirukan ucapan warga pedagang yang dia temui.

Dari aspirasi warga secara acak yang dia temui di beberapa tempat di kota Medan, Agus Setiawan pun mengaku ternyata masih banyak warga dari berbagai kalangan profesi yang merasa keberatan dengan tarif parkir yang masih berlaku saat ini dan mengeluhkan pelayanan petugas parkir yang dinilai hanya meminta uang kepada pemilik kenderaan.

Agus Setiawan juga mengatakan keluhan tentang tarif parkir oleh warga sangat sesuai dengan isi surat yang pernah dia berikan kepada Walikota Medan dan harapannya bagaimana tarif parkir bisa turun, sistem e-Parking berjalan dan jukir liar bisa diatasi.

“Jangan viral lagi setiap hari seperti kondisi terakhir ada jukir memukul Ojol dilapangan. Silahkan bagi masyarakat kota Medan jika masih ada masukan dapat langsung memasukkan di kolom komen pada laman media sosial Walikota Medan dan Dishub agar dapat menjadi masukan bagi mereka dalam menentukan perwal yang baru. Salam dari saya Agus Setiawan, “tutupnya.

Sebelumnya, Agus Setiawan mengatakan upaya Pemko Medan untuk membenahi Perparkiran di Kota Medan akhirnya akan terealisasi. Dia mendengar langsung dari Dishub Medan dimana akan menerbitkan Perwal Parkir yang baru. Dia juga mengucapkan terimakasih atas dukungan dan perjuangan panjang pemko Medan dan Dishub yang telah bekerjakeras untuk kembali merumuskan rencana perubahan Perwal tentang Parkir tersebut. (MR/Irwan)

Metro Rakyat News