Ajak Masyarakat Menjaga Kesehatan, DR. Lily MBA., MH Laksanakan Sosperda Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, DR. Lily MBA, MH melaksanakan kegiatan sosialisasi peraturan daerah (Sosperda) No. 4 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan, Sabtu (23/8) di Jalan Karya Dalam Lingkungan XI Kelurahan Karang berombak Kecamatan Medan Baru sesi pertama dan dimulai pukul 14.00 Wib sampai selesai.


Politisi fraksi partai PDI Perjuangan Kota Medan ini menegaskan perlunya dilaksanakan sosperda tentang Sistem Kesehatan Kota Medan untuk memberikan jaminan dan hak pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Perda No. 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah Kota Medan untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, dengan tujuan memperkuat otonomi daerah dalam pelayanan kesehatan, “sebutnya.
Ditambahkan Lily lagi, Perda ini terdiri dari XVI Bab dan 92 Pasal.
Fokus utamanya adalah pada pengelolaan kesehatan yang diselenggarakan oleh semua komponen daerah secara terpadu dan saling mendukung, sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) dan Sistem Kesehatan Daerah (SKD).
Penerapan dan Perkembangan
Peraturan ini bertujuan untuk memproteksi dan memastikan realisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Senada dengan itu, Plh. Camat Medan Barat Maswan mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan Sosperda No.4 Tahun 2012 yang dilaksanakan di Kelurahan Karang Berombak. Maswan yang juga Sekretaris Camat Medan Barat ini mengajak warga masyarakat yang hadir di undang dapat memanfaatkan kesempatan yang diberikan untuk menanyakan terkait pelayananan kesehatan yang mungkin masih terkendala.
“Dengan kegiatan ini, kami bersama DPRD Medan berharap masyarakat semakin memahami tupoksi dari rumah sakit, puskesmas dan klinik dalam hal pelayanan kesehatan. Mari kita saling menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan agar kesehatan kita terjaga. Meskipun pemko Medan sudah memiliki program layanan kesehatan gratis bernama Universal Health Coverage namun ini bukan menjadi hal agar kita sakit. Dan meski sakit pemko Medan telah menjamin pelayanan kesehatan bagi warga kota Medan, “himbaunya.
Kembali pada penjelasan Lily di kegiatan tersebut, pemko Medan juga memiliki Universal Health Coverage (UHC) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, sehingga warga kota Medan tidak perlu takut ketika hendak berobat. ” Program UHC ini sangat bermanfaat sekali bagi kita masyarakat ketika membutuhkan layanan kesehatan. Rumah sakit yang diprioritaskan untuk pasien UHC adalah DR.Pirngadi Medan, RSU Baktiar Djafar, untuk kelas C dan RSU Swasta Murni Teguh untuk kelas A. Pun demikian rumah sakit lainnya yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tetap dapat memberikan pelayanan kesehatan gratis dengan cukup membawa KTP dan KK domisili Medan, “ucapnya.
Pada sesi tanyajawab yang berlangsung, seorang warga kelurahan Karang Berombak, Tata (39) mengaku pernah membawa keluarganya berobat ke salah satu rumah sakit namun, saat hendak dirawat inap pihak rumah sakit mengatakan jika kamar kosong, namun herannya, saat salah satu pihak keluarga memberikan tips, tiba tiba kamar sudah tersedia. ” Ini cerita pengalaman pribadi, jadi kami miris ketika ada pegawai rumah sakit (tidak menyebutkan rumah sakitnya) mengatakan kamar full. Sementara kami butuh untuk opname, karena panik, kami berikan sebagai tips kepada salah satu pegawai rumah sakit, ternyata kamar yang katanya penuh jadi ada. Ini kan aneh, bagaimana jika. warga yang miskin merasakannya dan karena tidak ada uang memberilan tips akhirnya harus menerima nasib terlantar di rumah sakit, “ungkapnya.
Untuk itu, Tata berharap agar ketika hal seperti itu terjadi kemana warga harus mengadu.
Menjawab pertanyaan warga tersebut, Lily mengatakan sangat menyayangkan jika benar petugas rumah sakit ada menerima tips lalu kamar tersedia.
” Saya ingatkan, jangan lagi ada warga seperti itu, jika memang kamar tidak ada, pihak rumah sakit harus bertanggungjawab mencari solusi karena, UHC juga sudah dibayar kepada rumah sakit, jadi pasien UHC itu bukan gratis. Karena pemerintahlah yang akan membayar biaya perobatannya sesuai yang diatur, “ungkap Lily.
Lily juga memberikan nomor staf dan nomor pribadinya, bila mana diantara warga ada mengalami hal serupa.
dr.Ratna Sembiring, Perwakilan dari dinas kesehatan kota Medan menjelaskan program UHC yang sudah berjalan dapat dipergunakan oleh warga kota Medan yang telah memiliki KTP berdomisili di kota Medan. Adapun rumah sakit yang dijadikan sebagai rujukan yakni rumah sakit milik pemerintah seperti Rumah Sakit dr. Pirngadi Medan dan Rumah Sakit Bakhtiar Djafar untuk type C dan rumah sakit swasta Murni Teguh untuk type A.
Perwakilan dari puskesmas kota Medan ini juga mengajak warga kelurahan Karang berombak untuk menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.
Pemko Medan juga ada program Sepekan mengejar Imunisasi yang bertujuan bagi balita yang terlambat mendapatkan imunisasi.
“Pelayanan kesehatan gratis juga telah dibuka di puskesmas seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG). Inilah bentuk perhatian pemko Medan terhadap pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat, ” ungkap nya.
Diakhir kegiatan Sosperda yang dilaksanakan, DR Lily MBA menegaskan, jika Perda No. 4 Tahun 2012 fokus utamanya adalah pada pengelolaan kesehatan yang diselenggarakan oleh semua komponen daerah secara terpadu dan saling mendukung, sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) dan Sistem Kesehatan Daerah (SKD).
Penerapan dan Perkembangan
Peraturan ini bertujuan untuk memproteksi dan memastikan realisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Pada tahun 2025, Perda Sistem Kesehatan Kota Medan ini direvisi untuk memberlakukan sistem reward dan punishment bagi Rumah Sakit, terutama terkait pelayanan kesehatan bagi warga yang terdaftar dalam program Universal Health Coverage (UHC) yang dibiayai APBD, “tutupnya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Lurah Karang Berombak, Ahmad Fauzi Nasution, Lurah Glugur Kota, A. Zukri, Mia Suryanti Ginting dari BPJS Kesehatan Medan, Nurhayam Siregar Perwakilan Puskesmas Sei Agul, kepling dan tokoh masyarakat setempat.
Acara diakhiri dengan berfoto bersama dan wakil rakyat asal dapil 1 Kota Medan ini juga membagikan kue, nasi kotak dan suvenir kepada warga undangan yang hadir. (MR/Irwan)


