Wisata Pantai Desa Bagan Kuala Masih Jadi Destinasi Favorit Wisatawan

Wisata Pantai Desa Bagan Kuala Masih Jadi Destinasi Favorit Wisatawan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Masih dalam suasana libur lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah tahun 2025 ini, para pemudik banyak mengunjungi pantai sebagai pilihan favorit untuk berwisata bersama keluarga dan sanak saudara.

Salah satunya lokasi wisata pantai bahari yang berada di Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara, masih menjadi favorit para wisatawan untuk menikmati pemandangan dan hamparan pasir putihnya yang memikat hati.

Penelusuran awak media ini, Minggu (6/4/2025) bahwa selama sepekan lebaran Idul Fitri tahun ini, terlihat lokasi wisata pantai yang bisa dikatakan masih seumur jagung ini diantaranya Pantai Merdeka, Pantai Baru dan Pantai PMT di Desa Bagan Kuala sangat ramai dikunjungi, sehingga menjadi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah Kabupaten Sergai.

Salah satu pengunjung yang berasal dari Kecamatan Sipispis, Tuahman Damanik mengungkapkan, setiap akhir pekan kami sering ke Pantai Merdeka ini, karena bibir pantainya cukup panjang sehingga sambil berlibur bisa menyalurkan hobi mancing.

Ia juga mengatakan, hamparan pasir putihnya juga luas sehingga anak-anak senang dan puas untuk bermain menikmati suasana liburan di pantai.

“Suasana pantainya nyaman bagi kita bersama keluarga untuk bersantai, apalagi dalam libur lebaran,” kata pria yang sering mengunjungi Pantai Merdeka Desa Bagan Kuala itu.

Menurut Tuahman, Pantai Merdeka ini sangat cocok untuk dijadikan tempat liburan, selain pantainya bersih dan bagus, tarif masuknya juga cukup terjangkau bagi pengunjung.

“Tarif masuk kami satu mobil hanya dikenakan Rp 20 ribu saja sudah sama parkir. Ini sangat murah dan terjangkau bagi pengunjung mana saja,” ungkapnya.

Senada dengan Pak Fii yang berasal dari Bagan Asahan Kota Tanjung Balai, ia mengatakan kalau dilihat perubahan di Desa Bagan Kuala ini sekarang sudah cukup bagus, terutama lokasi pantainya sekarang sudah bagus dan menjadi lokasi kunjungan wisata untuk keramaian.

Pak Fii menyebutkan, nama Pantai Merdeka ini sudah ada sejak dahulu namun belum dikelola, dan hamparan pasirnya luas dan kenal sangat bersih dan putih.

“Jika ini dikelola dengan baik dan adanya dukungan dari pemerintah daerah dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” ujarnya.

Pengelola wisata Pantai Merdeka, Ramadhan menyebutkan, pantai ini memang masih baru tetapi sudah banyak diminati para wisatawan apalagi di saat libur lebaran.

Ia menjelaskan, Pantai Merdeka ini mempunyai bibir pantai yang cukup panjang sehingga membuat wisatawan bisa berjalan santai di tepian pantai.

“Begitu juga dengan hamparan pasir putihnya cukup luas untuk anak-anak bermain,” ujarnya.

Ramadhan menegaskan, selama libur lebaran, kami pihak pengelola tidak pernah menargetkan apalagi untuk menaikan tarif masuk bagi wisatawan untuk berkunjung di Pantai Merdeka ini.

“Kami tidak akan pernah menaikan biaya tarif masuk bagi wisatawan, walaupun itu di libur hari besar Idul Fitri. Tetap hanya Rp 10 ribu per sepeda motor dan Rp 20 ribu per mobil, itu semuanya untuk biaya masuk dan parkir,” jelasnya.

Pengelola Pantai Merdeka itu menyampaikan, memang saat ini fasilitas masih tersedia pondok-pondok yang nyaman untuk bersantai, mushola dan kamar mandi, bahkan untuk hidangan seperti ikan sombam, kerang rebus, gulai minyak dan kepah serai juga dapat dinikmati di pantai ini.

Namun begitu, pihak pengelola pantai akan terus berupaya untuk menambah fasilitas bagi pengunjung kedepannya, karena kekhawatiran membludaknya pengunjung pada hari-hari liburan seperti ini.

Sementara Kepala Desa Bagan Kuala, Safril saat diwawancarai media ini mengucapkan terima kasih kepada pengunjung wisata pantai yang telah berkunjung khususnya di tiga pantai.

“Ini salah satu menjadi motivasi bagi masyarakat yang telah mengelola pantai di Desa Bagan Kuala, dan semoga wisata pantai ini semakin maju,” ucapnya.

Safril menambahkan, Desa Bagan Kuala ini yang dulunya di sebut Inpres Desa Tertinggal (IDT), namun dengan kebersamaan dan kekompakan masyarakat sehingga desa memiliki potensi wisata yang dapat dikunjungi warga luar, menjadikan desa ini maju dan berkembang.

Untuk itu, kepada pengelola yang memiliki SDM yang ada diharapkan wisata ini agar lebih maju, jadi tetap jaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Selain itu terkait tarif masuk dengan harga Rp 10 ribu per kereta tetaplah dipertahankan supaya terjangkau bagi pengunjung, sehingga wisatawan tidak merasa kecewa untuk berkunjung dan berwisata bersama keluarga di lokasi pantai Desa Bagan Kuala.

“Tingkatkan persentase kekompakan untuk menuju desa yang lebih maju, khususnya lokasi wisata pantai, “harap Kades. (MR/AS)

Metro Rakyat News