Ini Harapan Anggota Fraksi PDI Perjuangan Sumut Untuk Kapoldasu Yang Baru…

Ini Harapan Anggota Fraksi PDI Perjuangan Sumut Untuk Kapoldasu Yang Baru…
Bagikan

METRORAKYAT.COM  |  MEDAN —  Gubernur Akademi Kepolisian Lemdikpol Polri, Irjen Anas Yusuf digantikan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Rycko Amelza Dahniel. Hal ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1408/VI/2017, tertanggal 2 Juni 2017, sebagaimana diperoleh dari Humas Polri, Sabtu (3/6/2017). Dalam STK tersebut, Anas Yusuf dari jabatan Gubernur Akpol dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Pembinaan Pendidikan dan Latihan Lemdiklat Polri. Kursi Kapolda Sumut yang ditinggalkan Ricko Amelza Dahniel akan diisi oleh Wakil Kepala Baintelkam Polri Irjen Paulus Waterpau. Menanggapi pergantian tersebut anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, ST., mengatakan bahwa Kapolda Sumut yang akan bertugas kelak diharapkan mampu membawa perubahan yang sinifikan bagi warga Sumatera Utara. Tidak hanya itu, Politisi ini berharap Irjen Paulus Waterpau bisa meniru bagaimana karir atau tugas mantan Kapolda Sumut Sutanto jaya dalam memberantas praktek perjudian pada masa tahun 2000 silam. 

” Saya apresiasi Kapolda Sumatera Utara bapak Rycko dalam bertugas kurang lebih 10 bulan di Polda Sumut, kendati demikian masih banyak pekerjaan rumah yang belum tuntas diselesaikan oleh pihak Polda Sumut. Maka harapan saya sebagai politisi PDI Perjuangan, ketika akan digantikan oleh Irjen Paulus Waterpau sebagai Kapolda Sumut yang baru agar lebih mengedepankan kepentingan rakyat semata, dan tidak mau berselingkuh dengan mafia di Sumut. Saya berpendapat bahwa Irjen Paulus dengan sejumlah pengalaman semasa menjadi Kapolda di Provinsi Papua, telah cukup bagus dan mampu mengatasi persoalan yang ada di Sumatera Utara. Karena, kita ketahui bersama bahwa konflik kerap terjadi di provinsi Papua, maka itulah yang menjadi pengalaman berharga bagi sosok Paulus untuk mengemban tugas di Sumatera Utara lebih baik lagi dan mengedepankan kepentingan rakyat”, ucap Sutrisno di kantor DPRD Sumut, Selasa (6/6/2017).

Masih kata Sutrisno, Kapolda Sumut yang akan bertugas kelak mampu menginventarisasi sejumlah kasus besar dan kecil, serta memprioritaskan kasus mana yang menjadi atensinya.

” Saya meminta bapak Kapolda Sumut yang akan bertugas nanti agar menginventarisasi sejumlah kasus-kasus yang menonjol dan kasus biasa, serta sejalan dengan seluruh jajarannya di Polres dan Polsek, dalam berupaya menyelesaikan kasus tersebut guna kepastian hukum. Saya juga meminta bapak Irjen Paulus mengatensikan hal mengenai maraknya saat ini oknum polisi yang tergololong nakal dan terkesan meresahkan warganya. Hal ini harus diberantas pada internal Polri, agar perwujudan polisi yang profesional, modern dan terpercaya terwujud sesuai dengan dambaan kita bersama. Karena tugas yang sungguh berat bagaimana memulangkan kepercayaan publik kepada Polri saat ini disamping masih banyaknya penegak hukum kita yang tidak profesional dan mencerminkan sebagai penegak hukum sejati”, pungkas Sutrisno.

Sekedar diketahui latar belakang Irjen.Pol.Drs.Paulus Waterpauw kelahiran  di Fakfak, 1963, usia 10 tahun dia pindah ke Kota Surabaya. Dia menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada tahun 1987. Lulus Sespim, Paulus Waterpauw kembali ke tanah kelahirannya dan dipercaya menjabat sebagai Kapolres Mimika, saat di sana kerap terjadi perang suku. Tak lama setelah bertugas di Mimika, konflik dua warga pun reda. Dua tahun menjabat Kapolres Mimika, kemudian dipercaya menjabat Kapolresta Jayapura.(MR04/RED).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.