Parmonangan Rawan Longsor, Dinas Lindup Taput Diduga Main Mata Dengan Pengusaha Kayu

METRORAKYAT.COM, TAPUT – Maraknya penebangan kayu di kecamatan parmonangan sangat meresahkan warga. Pasalnya para pengusaha kayu hendak mengambil kayu dari hutan harus membuat akses jalan agar dapat mengambil kayu dengan menggunakan alat berat seperti excavator dan jonder.
Saat menggunakan alat berat tersebut lapisan tanah akan terangkat. Disaat musim cuaca yang extream dimusim hujan ini, lapisan tanah yang terangkat akan keluar ke jalan dan membuat jalan menjadi becek.
Banyak pengguna jalan yang mengeluh akibat aktifitas penebangan kayu di kecamatan parmonangan. Bukan hanya itu, kendaraan yang bermuatan juga diduga over tonase.
Menurut keterangan salah satu masyarakat pengguna jalan lintas Parmonangan M.Manalu diwawancarai saat melintas, kamis 13 Februari 2025 mengatakan bahwa memang benar akibat penebangan kayu di kecamatan parmonangan sangat mengganggu aktifitas pengguna jalan. Pada saat musim hujan jalanan akan berlumpur, dan saat musim kemarau abu dari tanah tersebut berterbangan.
Ianya juga menambahkan, kegiatan penebangan kayu ini akhir-akhir ini marak di kecamatan parmonangan. Seakan para pengusaha tak peduli dengan lingkungan. “Apa Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Utara tidak memperhatikannya, apalagi kecamatan Parmonangan rawan longsor, penebangan kayu semakin marak” tanya dia.
Saat dikonfirmasi melalui WA terkait maraknya penebangan kayu di kecamatan Parmonangan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Utara Heber Tambunan belum memberikan tanggapan konfirmasi hingga berita ini di terbitkan. (MR/ Andoky Feri Welli Manalu )
