Mulai Beroperasi  Beberapa Maskapai Di Bandara Rendani, Jekson Kapisa: APH Harus Segera Mengaudit Anggaran Pembebasan Hak Ulayat

Mulai Beroperasi  Beberapa Maskapai Di Bandara Rendani, Jekson Kapisa: APH Harus Segera Mengaudit Anggaran Pembebasan Hak Ulayat
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MANOKWARI – – Ketua Pilar Pemuda Rakyat Papua Barat “Jekson Kapisa Mengapresiasi, Hadirnya Maskapai, Citilink, Pelita Air dan TransNusa Airlines yang saat ini sudah Beroperasi di Bandara Udara Rendani Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat.

Dengan hadirnya maskapai ini dapat Mempermudah Pelayanan Bagi Masyarakat yang ingin berangkat menggunakan transportasi Udara  dan juga  Mengurangi tingginya Biaya tiket pesawat yang selama ini meresahkan rakyat yang bepergian dengan menggunakan maskapai transportasi udara.”ucapnya Senin, 06/05/2024.

Lanjut Jekson, saya juga  mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemda Kabupaten Manokwari, ini merupakan wujud nyata dan kerja keras sehingga hadirnya beberapa maskapai yang saat ini beroperasi di bandara rendani manokwari dan ini sangat penting untuk membantu rakyat dan kelancaran  Pertumbuhan Ekonomi di Papua barat.” Ujarnya

Iya juga menegaskan, persoalan hak ulayat  ranwei bandara rendani belum di selesaikan oleh pemerintah provinsi papua barat dan  pemerintah kabupaten manokwari, maka dengan tegas saya meminta kepada Bupati kabupaten Manokwari Bapak “Hermus Indouw agar segerah menyelesaikan kengketa tanah hak ulayat ranwei  bandara rendani atas  nama, Bapak Nikodemus Orisu yang sampai Saat ini belum di Selesaikan.

Hal ini harus di tanggapi dan respon secepatnya oleh pemda kabupaten manokwari, sehingga jangan sewaktu waktu masyarakat pemilik hak ulayat merasa kesal dan kecewa mereka akan melakukan pemalangan bandara dan dampak akan mengganggu aktivitas  penerbangan.

Berdasarkan pengaduan Istri dan Anak Nikodemus Orisu, dari bulan Agustus tahun 2022 pemerintah provinsi papua barat sudah menyerahkan anggaran pelepasan tanah hak ulayat kepada Pemerintah Kabupaten manokwari sebesar 30 Milyar lewat mantan sekda provinsi papua barat Bapak “Nataniel  Mandacan, dengan  berdasarkan surat Rekomendasi dari MRP papua barat pada saat itu, namun sampai Saat Ini belum mendapatkan hak mereka sebagai penerus warisan dari almahum Nikodemus Orisu.

Sebagai ketua pilar pemuda rakyat papua barat, saya memintah kepada aparat penegak Hukum APH agar Segerah mengaudit Anggaran Tersebut yang di Serahkan kepada  Pemerintah kabupaten manokwari agar dapat mempertanggung jawabkan Anggaran tersebut, karena  dugaan Keras ada oknom pejabat  pemerintah yang Sengaja  menyalagunakan Kewenanganya.

Apabilah dugaan tersebut  terbukti maka kami meminta kepada APH untuk segerah di Proses hukum oknum oknum yang terlibat, karena Anggaran tersebut di alokasikan untuk menyelesaikan sengketa dari pemilik  hak ulayat ranwey bandara rendani  Istri dan Anak anak dari almarhum  Nikodemus Orisu.

Persoalan ranwei  bandara
rendani manokwari sampai Saat ini belum di selesaikan, tetapi aktifitas maskapai  Pesawat Citilink,Pelita Air dan TransNusa Airlines sudah beroperasi di Bandara Rendani  dan rakyat Pemilik  hak ulayat ranwei berjanji akan Melakukan pemalangan dan menuntut hak ganti rugi mereka.

Harapannya kepada pemerintah kabupaten manokwari harus segera selesaikan persoalan hak ulayat ranwei bandara  rendani  yang menjadi Polemik sampai saat ini dan belum juga di Selesaikan, hal ini sangat penting untuk devisit pendapatan daerah khususnya bagi maskapai yang ingin bekerja sama dengan Pemerintah kabupaten manokwari dan pihak pengelola bandara rendani, karena ini adalah aset negara yang harus di jaga dan dikembangkan.”(JS)

Metro Rakyat News