Polisi Bubarkan Pendukung Ahok dari Mako Brimob

Polisi Bubarkan Pendukung Ahok dari Mako Brimob
Bagikan

MetroRakyat.com  |  JAKARTA — Petugas Brimob terpaksa harus menggunakan satu kompi pasukan untuk membubarkan massa pendukung Ahok dari Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (11/5/2017). Hal ini dilakukan setelah massa menolak membubarkan diri usai mendapatkan imbauan dari Basuki Tjahaja Purnama melalui handy talky.

Sebelum menyapu massa, Kabag Ops Mako Brimob, Kombes Pol Waris Anggono, mengingatkan agar pendukung meninggalkan Mako Brimob. “Saya minta komitmen dari bapak ibu semua. Saya minta tolong bubarkan dengan baik-baik. Daripada nanti ini menimbulkan masalah seperti di Cipinang. Kalau menimbulkan masalah nanti bisa menimbulkan keputusan yang lain bagi Pak Ahok,” ujar Kombes Pol Waris.

Namun massa tidak mengindahkan imbauan tersebut sehingga aparat Brimob menyapu mereka dengan satu kompi pasukan. Sebagian massa langsung protes. Namun mereka tetap bisa dipaksa mundur, menjauh dari halaman depan Mako Brimob.

Sebagian massa kemudian masuk ke dalam halaman gereja GPIB Gideon, tepat di samping Mako Brimob. Namun, personel Brimob kemudian tetap menyapu mereka. Pendukung gubernur DKI Jakarta non aktif ini disapu hingga ratusan meter jauhnya dari Mako Brimob.

Kombes Pol Waris mengatakan pembubaran dilakukan karena sesuai UU Nomor 9 Tahun 1998, aksi unjukrasa dilarang dilakukan di hari perayaan keagamaan. “Jadi ini sebenarnya kan kita membelajarkan kepada warga masyarakat, bahwa ini adalah hari raya Waisak ya, hari raya umat Budha kita harus toleransi kepada umat Budha kemudian jugakan ini dilarang oleh undang-undang,” tandasnya.

Upaya tersebut berhasil membuat Mako Brimob steril dari kerumunan massa. Perlahan, lalulintas yang macet saat petugas memukul mundur massa kembali normal. Aksi menghalau pendukung Ahok itu menyita perhatian warga setempat. (pos/mr).

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.