Laksanakan Sosperda No. 5 Tahun 2015, Tentang Penanggulangan Kemiskinan, David Roni G Sinaga Terima Keluhan Warga, Salah Satunya PKH, KIP dan Kepling
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda), anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga,SE asal Dapil 4 Kota Medan banyak menerima keluhan dari warga Jalan A.R.Hakim Kelurahan Tegal Sari 1. Adapun keluhan warga tersebut terkait bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dilaksanakan di Jl. A.R Hakim Gg Kantil Tegal Sari 1 Kecamatan Medan Area kota Medan, Sabtu (3/6) dimulai pukul 14.00 WIB.
Pada kesempatan itu, David Roni G Sinaga asal partai PDI Perjuangan Kota Medan ini mengatakan meski pelaksanaan Sosperda, namun selalu dia lakukan juga dengan memberikan kesempatan kepada warga masyarakat undangan yang hadir untuk menyampaikan apa saja yang menjadi keluhan mereka.
“Pelaksanaan Sosperda dilaksanakan oleh semua anggota DPRD Medan setiap bulan. Kali ini saya bawakan sosperda No. 5 tahun 2015 tentang penanggulangan kemiskinan. Sengaja saya bawakan ini agar masyarakat memahami dan mengetahui apa yang menjadi hak, kewajiban dan tanggungjawab selaku warga kota Medan baik Pemerintah dengan masyarakat dan sebaliknya,”ujar nya.
Mewakili Kecamatan Medan Area dihadiri kasi trantib kecamatan mengatakan pelaksanaan Sosperda anggota DPRD Kota Medan di bulan Juni tahun 2023 merupakan kesempatan bagi warga mendengarkan langsung Perda yang diberlakukan di kota Medan dan warga dapat banyak mengetahui manfaat dari Perda yang disosialisasikan tersebut untuk dapat dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat dan pemerintah.
Pada sesi tanya jawab yang dilaksanakan, Ibu Rina, warga Jalan Kartini mengatakan ingin mendapatkan PKH karena dia sudah berulang kali mengurus namun belum terdaftar di DTKS. “Anak saya pak bekerja sebagai penarik becak, namun dia belum ada mendapatkan bantuan dari pemerintah dan saya ingin bagaimana agar agar anak saya terdaftar di DTKS. Selain itu, saya ingin dibantu agar cucu saya bisa memiliki KIP, mohon penjelasannya pak,”kata Rina.
Widya Ninda, warga Gg.Kantil pada kesempatan itu mengatakan sbagai perwakilan warga merasa tidak puas atas kinerja kepala lingkungan (Kepling X). Tanpa menyebut nama kepling X tersebut, Widya meminta kepada David Roni G Sinaga kiranya dapat mengganti kepling X tersebut, sebab mereka tidak pernah memilih Kepling X.
“Saya juga sangat kecewa dimana saat itu saya pernah mengurus surat kematian, Kepling X meminta yang Rp.50 ribu. Kami tahu urusan administrasi termasuk surat kematian sudah di gratiskan bapak Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution. Apakah memang ada biaya pengurusan surat kematian, kalau ada berapa biaya resminya,”katanya.
Menjawab pertanyaan Widya Ninda, Kasi Trantib Kecamatan Medan Area mengatakan kalau pengurusan Kepling tidak ada melalui pemilihan, namun Kepling diangkat oleh Camat atas usulan lurah.
“Calon Kepling dipilih dari warga, namun bukanlah lewat pemilihan, kecuali pemilihan kepala desa atau kepala dusun mungkin dilakukan pemilihan,”ujar perwakilan dari kecamatan tersebut.
Menjawab pertanyaan warga tentang pengurusan PKH, KIP, David Roni G Sinaga mengatakan akan menyampaikan langsung kepada Dinas Sosial Kota Medan. David Roni G Sinaga juga sangat menyayangkan ketidakhadiran dinas sosial pada pelaksanaan Sosperda yang dia laksanakan.
“Kemungkinan dinas sosial tidak percaya diri untuk bertemu dengan masyarkat sehingga tidak hadir di kegiatan Sosperda kali ini,”kata anggota Komisi 4 DPRD Kota Medan itu.
Selanjutnya, David Roni G Sinaga meminta agar Ibu Rina berkoordinasi dengan staf nya bernama Resianta Bangun agar nantinya dapat membimbing agar dapat mengurus KIP dan masuk pada data DTKS.
“Untuk pengurusan KIP dan DTKS ibu Rina dapat langsung berkordinasi dengan staf saya Resianta Bangun. Nanti apa yang diperlukan sampaikan saja kepada staf saya tersebut, biar nanti dia akan menindaklanjuti nya ke kekurahnan dan ke dinas sosial,”ujar David Roni G Sinaga dan mendapat reaksi dari warga dengan tepuk tangan.
Acara Sosperda tersebut diakhiri dengan memberikan suvenir, dan nasi kotak kepada seluruh warga yang di undang dan dilanjutkan dengan berfoto bersama.(MR/red)
