Perayaan Paskah dan Tradisi Ziarah Ke Makam

Perayaan Paskah dan Tradisi Ziarah Ke Makam
Bagikan

MetroRakyat.com  |  PEMATANG SIANTAR — Tradisi yang dilakukan umat Kristiani di Kota Siantar pada Hari Paskah dan Hari Kebangkitan umumnya dengan mengunjungi makam kerabat maupun keluarga. Pada saat perayaan yang jatuh pada Minggu (16/4/2017), Tempat Pemakam Umum (TPU) Kristen yang beralamat di Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan ramai dikunjungi oleh peziarah sebelum matahari terbit.

Subuh sekira pukul 04.300 WIB, sejumlah kendaraan parkir di sepanjang Jalan Narumonda Atas, Kelurahan Kristen. Suasana TPU tersebut ramai dikunjungi para peziarah yang datang silih berganti ke makam sanak saudara mereka di hari ketiga usai pelaksanaan Jumat Agung.

Mereka datang membawa lilin dan bunga untuk dinyalakan seraya menyapa makam yang dituju. Di sana, jamaknya mereka melakukan doa, bernyanyi atau berbincang-bincang bersama anggota keluarga seraya meminum teh dan roti yang sudah dibekali sebelumnya. Tradisi mengunjungi pemakaman ini sudah menjadi khas umat Kristiani di Kota Siantar. 

Pada Jumat Agung atau Hari Wafat nya Yesus Kristus yang jatuh pada kemarin, Jumat (14/4/2017) ‘Kuburan Kristen’ tersebut sudah banyak disambangi. Diantaranya, mereka melakukan pembersihan di makam yang sudah ditumbuhi belukar. Sedangkan pada hari ketiga atau Hari Kebangkitan Yesus Kristus yang jatuh pada hari ini, para peziarah mendatangi makam pada subuh atau sebelum matahari terbit. Tradisi ini juga mengingatkan kembali para generasi atas leluhur nenek moyang mereka.

Seperti yang dilakukan keluarga bermarga Tobing. Nenek berumur 60 tahun terlihat bahagia ditemani anak dan cucunya yang datang dari perantauan, untuk bersama-sama berziarah. Pada kesempatan itu, ia mengisahkan tentang nenek moyang mereka kepada cucu-cucunya. Cahaya lilin menambah sukacita di Hari Kebangkitan ini. Seperti yang dirasakan oleh satu keluarga etnis Tionghoa asal Kota Medan, yang juga berziarah di tempat pemakaman yang sama Kuburan Kristen.

Mereka merayakan Paskah dan Hari kebangkitan, dengan menyempatkan diri datang lebih subuh untuk menyalakan lilin dan menabur bunga seraya berdoa di makam leluhurnya. Ada begitu banyak tradisi yang menyertai Perayaan Paskah di berbagai daerah. Salah satunya adalah mencari Telur Paskah yang sering dilakukan oleh anak-anak sekolah minggu.

Di sisi lain, Perayaan Paskah nampaknya menguntungkan secara ekonomi bagi warga yang bermukim di sekitar kompleks pekuburan Jalan Narumonda Atas. Beberapa diantara mereka yang menawarkan jasa parkir, berjualan minuman dan makanan, serta berdagang bunga maupun lilin.  Kesempatan ini juga dimanfaatkan salah seorang ibu, Boru Silitonga. Pedagang lappet (lepat makanan Khas Batak) ini berjalan menulusuri kuburan dan menghampiri para peziarah menjajakan makanan yang dijinjingnya.

Menjelang pukul 07.00 WIB, Pekuburang Kristen Kota Siantar ini sudah kembali sepi. Para peziarah yang datang bersama sama sanak keluarganya tersebut, satu persatu meninggalkan tempat pemakaman. Umumnya, usai tradisi ini, para umat kristiani selanjutnya mengikuti ibadah pagi di gereja gereja. Umumnya, sebelum Perayaan Paskah, biasanya anggota keluarga yang berada di perantaun kembali ke kampung halamannya untuk bertemu dengan sanak saudara, mengunjungi makam, dan merayakan Paskah bersama. Sebuah tradisi turun temurun yang mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan sanak saudara, serta mengenang kembali nenek moyang, sekaligus mengingat janji kebangkitan tubuh kelak di akhir zaman. (MR/HET).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.