BI Sumut: Perekonomian Sumut Triwulan I/2023, Mengalami Pertumbuhan Secara Signifikan

BI Sumut: Perekonomian Sumut Triwulan I/2023, Mengalami Pertumbuhan Secara Signifikan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Doddy Zulverdi menyampaikan bahwa, pertumbuhan perekonomian Sumatera Utara (Sumut) di per kirakan mengalami pertumbuhan ekonomi global 2023 dengan capaian 2,6% di Ley tingginya ketidakpastian global, dimana lebih tinggi dibanding proyeksi sebelumnya sejalan proses recovery yang membaik.

Hal itu diutarakan Doddy Zulverdi pada Halal Bi Halal dan Bincang Bincang Media (BBM) yang sekaligus temu pisah dengan wartawan diakhir masa jabatannya pada kegiatan bincang bincang media (BBM), Selasa (9/5/2023) di gedung Bank Indonesia (BI) lantai 9, Jalan Balai Kota, Medan.

Doddy Zulverdi yang didampingi Kepala KPw BI Sumut yang baru, I.G.P Wira Kusuma, Deputi BI Sumut Ibrahim dan Humas BI Sumut Poltak Sitanggang beserta stafnya di hadapan wartawan.

Diketahui bahwa ekonomi Sumut pada Triwulan 1/2023, masih mengalami pertumbuhan cukup baik sebesar 4,87% (yoy), meskipun melambat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,26% (yoy).

“Dimana perlambatan pertumbuhan ekonomi Sumut seiring dengan tren moderasi harga komoditas ekspor utama Sumut yakni CPO juga dampak dari fenomena cuaca ekstrem pada Tw-l 23 terhadap penurunan produksi komoditas pertanian seperti kelapa sawit,” imbuh Doddy Zulverdi.

Sementata dari sisi pengeluaran, sambung Doddy Zulverdi, aktivitas ekspor-impor mengalami pelemahan di tengah akselerasi pertumbuhan konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi PMTB dari triwulan sebelumnya.

“Penurunan produksi sejumlah komoditas utama Sumut sebagal dampak dari cuaca ekstrem pada Tw-123 serta adanya tren moderasi harga komoditas ekspor utama Sumut seperti kelapa sewit menahan aktivitas perdagangan internasional. Di satu sisi, konsumsi dan investasi tetap kuat,” tambah Doddy Zulverdi.

Sedangkan dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, perdagangan, dan transportasi, Doddy Zulverdi mengungkapkan pertumbuhannya melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Kemudian, deselerasi lapangan usaha Pertanian seiring dengan masuknya periode musim anam beberapa komoditas seperti beras, cabai merah cabai rawit dan bawang merah serta fenomena Cuaca ekstrem yang berdampak pada penurunan produksi beberapa komoditas pertanian.

“Selanjutnya, jumlah indikator seperti kredit perdagangan, UMKM dan transportasi serta prakiraan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) PBE yang melambat pada triwulan 1-2023 turut berdampak pada perlambatan lapangan usaha Perdagangan serta lapangan usaha Transportasi ditengah sektor konstruksi dan industri yang masih terakselerasi,” ujarnya mengakhiri. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.