Timsel Calon Anggota KPUD PBD Hanya Kerja Mencari 10 Nama dan Diusulkan Ke KPU RI
METRORAKYAT.COM, KOTA SORONG – Dalam rangka pelaksanaan pemilihan umum tahun 2024 di provinsi Papua Barat Daya, tim seleksi calon Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum bekerja melaksanakan tahapan sampai mendapat 10 nama dan selanjutnya diusulkan ke KPU RI untuk tetapkan 5 nama dan sisa kan 5 nama.
Pernyataan tersebut disampaikan usai konferensi pers sat pembukaan pendaftaran 10 Februari 2023 di sekretariat Timsel Hotel Rumberpon Kota Sorong Papua Barat Daya
Tim Seleksi (Timsel) calon anggota KPU Provinsi Papua Barat Daya Periode 2023-2028, pembentukan tim seleksi ini adalah amanah dari UU pemilu No 7 tahun 2017, pasal 27.
Komposisi timsel KPU PBD di isi oleh berbagai kalangan, Pdt. Dr. Thomson F. E Elias (akademisi/tokoh agama), Dr. Bustamin Wahid (akademisi UNAMIN Sorong), Dr, Kris Nugroho (akademisi UNAIR Surabaya), Johanna Kristina Naomi Kamesrar, SE( Akademisi STIE Bukit Zaitun dan Aktivis Perempuan Papua), Gatot Purnomo (tokoh masyarakat/mantan komisioner KPU PB).
Tim seleksi dilantik pada 5 Februari di Jakarta dan menetapkan Pdt. Dr. Thomson F. E Elias (ketua timsel), Dr. Bustamin Wahid (Sekretaris Timsel) dan tiga lainnya sebagai anggota,
Ketua Timsel Pdt. Dr. Thomson F. E Elias menyebutkan bahwa kerja timsel KPU PBD ini berada dalam mekanisme dan aturan main yang telah di tetapkan. Dimana kami akan mencari 10 sosok terbaik yang kemudian akan di bawakan KPU RI di Jakarta, untuk menjalankan mekanisme dan menyisakan 5 orang anggota KPUD Provinsi Papua Barat Daya.
Kerja-kerja timsel kurang lebih tiga bulan dari Februari-April 2023.
Kita berharap pendaftar sebanyak mungkin, sebab KPU PBD memiliki jumlah anggota sebanyak 5 orang, maka pendaftar setidaknya lebih banyak dari 10 kali kebutuhan atau minimal 50 orang peserta calon anggota KPU.
Proses dan tahapan seleksi akan menyisihkan 20 peserta, setelah tes tertulis, (pilihan ganda & esai) dan psikologi. Setelah itu dari tes wawancara dan kesehatan akan menyisihkan 10 peserta dan selanjutnya akan dibawakan ke Jakarta untuk fit and properties dari KPU RI, Ujar Tomson Elias
Sementara itu Johanna Kristina Naomi Kamesrar (KK Jo) berharapan bahwa peserta calon anggota KPU PBD ada dari kalangan perempuan, sehingga peran perempuan bisa hadir mengisi 30% (persen) sebagaimana amanat UU.
Perempuan ambil peran mendorong peningkatan kualitas demokrasi di bingkai NKRI, sehingga Kita semua berharap bahwa publik berpartisipasi untuk melahirkan anggota KPU PBD dan meletakkan fondasi penyelenggara pemilu pertama di provinsi ke 38 ini.(MR/DEWA)
