Diduga Dikerjakan Tidak Sesuai Rab, Proyek Drainase Tahap II Unsam ‘Asal Jadi”
METRORAKYAT.COM, LANGSA ACEH – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Universitas Samudra (Unsam) menggelontorkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 miliaran rupiah.
Anggaran tersebut salah satunya untuk Pembangunan infrastruktur di lingkungan Universitas Samudra (Unsam). Namun, tidak sedikit Oknum kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur melakukan kecurangan dalam menyelenggarakan uang negara.
Salah satunya kegiatan yang dikerjakan oleh Universitas Samudra (Unsam) melalui pihak ketiga yang berjudul pembangunan Drainase Tahap II Universitas Samudra (Unsam), Gampong Meurandeh Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa, Provinsi Aceh. Diduga dikerjakan ‘asal jadi” dan sarat korupsi.
Pasalnya, proyek drainase tahap II yang bersumber dari dana APBN sebesar Rp.799.896.600. yang dikerjakan oleh CV. Ratana Raseuki itu, disinyalir kuat sangat cacat kondisi mutu dan fisiknya saat dikerjakan.
Pantauan MetroRakyat. Com selama sepekan di lapangan melihat, kondisi proyek drainase yang masih di kerjakan oleh kontraktor.
Akan tetapi, pekerjaan proyek drainase itu dikerjakan disinyalir kuat tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang di kerjakan oleh rekanan.
Dimana kondisi susunan besi yang digunakan untuk tulang pengecoran jarak satu dengan yang lainnya sangat jarang – jarang. Begitu juga dengan semennya yang kebanyakan pasir dari pada semennya.
Melihat kondisi proyek yang dikerjakan oleh pemborong tersebut diduga asal jadi dan disinyalir di korupsi. Disangsikan proyek drainase tahap II itu tidak akan lama bertahan.
Di samping itu juga tampak dalam pekerjaan proyek drainase dalam lingkungan Universitas Samudra (Unsam) dalam pekerjaannya pada saat pengecoran terdapat banyak air tidak dikeringkan terlebih dahulu.
Iwan, yang mengaku orang lapangan pada proyek tersebut saat dikonfirmasi pada, Selasa (20/9/2022) melalui telepon mengatakan dirinya diluar lagi mencari besi,” katanya.
Awak media hendak melakukan konfirmasi lebih lanjut dengan meminta nomor telepon pihak kontraktor, Iwan enggan memberikan nomor telepon kepada awak media. Sehingga menaruh curiga ada apa dengan proyek drainase tahap II dilingkungan Unsam.
Terpisah,Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK) Unsam Haikal ketika dikonfirmasi melalui telepon berulang kali dihubungi tidak pernah mau mengangkat. Begitu juga dengan Konsultan pengawas pada proyek tersebut tidak berada di tempat.(MR/DANTON)



