Mau Berinvestasi Saham Pelajari Dulu Untung dan Risiko

Mau Berinvestasi Saham Pelajari Dulu Untung dan Risiko
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Dari dua tahun terakhir ini, sebagian orang lebih banyak melakukan aktivitas bekerja secara online dari rumah atau biasa dikenal dengan istilah work from home (WFH). Kebiasaan tersebut mendorong peningkatan aktivitas transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tentu hal ini dikarenakan transaksi investasi saham yang dilakukan berdasarkan sistem perdagangan online.
Kepala Bursa Efek Indonesia Wilayah Sumatera Utara (Sumut), Pintor Nasution menjelaskan bahwa kepopuleran investasi saham di tengah Pandemi Covid-19 tidak  lepas dari  meningkatnya jumlah investor baru, terutama generasi milenial. Akan tetapi, peningkatan jumlah investor kadang tidak sejalan dengan literasi keuangan juga edukasi investasi yang memadai. Alhasil, tidak sedikit dari para investor baru tersebut  mengalami fear of missing out (FOMO), yang menyebabkan mayoritas investor cenderung membeli saham karena sekedar ikut-ikutan atau yang dikenal dengan istilah “pom-pom” saham.

Untuk itu, sebelum memutuskan berinvestasi di pasar saham, ada baiknya para investor memahami atau mempelajari risiko serta keuntungannya setiap instrumen investasi. Risiko pertama yakni risiko fluktuasi harga saham. Harga saham akan mengalami kenaikan atau penurunan  pada suatu periode waktu tertentu yang disebabkan dari beberapa faktor, seperti fundamental perusahaan, aksi korporasi, situasi perekonomian, atau  aksi spekulasi. Risiko kedua adalah jika perusahaan mengalami kerugian sehingga tidak bisa membagikan dividen. Risiko selanjutnya yakni jika perusahaan melakukan delisting atau tidak lagi mencatatkan sahamnya di BEI. Bila suatu perusahaan yang melakukan delisting tentu akan mengalami kebangkrutan, maka perusahaan tersebut bertanggung jawab untuk menjual seluruh aset maupun hasilnya untuk memenuhi kewajiban berupa membayar hutang. Dalam situasi ini, investor dapat menjual saham yang dimiliki di harga yang cenderung lebih rendah dari harga saham ketika investor membelinya.

Lalu, bagaimana cara  meminimalkan risiko? Salah satunya adalah dengan cara melakukan analisis sebelum memilih saham yang hendak dibeli. Analisis dilakukan dengan cara mencermati laporan keuangan perusahaan. Jika tidak memiliki kemampuan untuk melakukan analisis terhadap saham-saham yang hendak dipilih,  investor dapat membaca hasil analisis yang dibuat oleh analis efek di perusahaan sekuritas.

Di sisi lain, berinvestasi pada pasar saham dapat mendatangkan keuntungan. Saham yang bagus secara fundamental keuangan, akan tercermin dari kenaikan harga saham yang stabil, bukan kenaikan harga saham berdasarkan aksi pom-pom. Secara umum, terdapat dua keuntungan dalam berinvestasi saham adalah berdasarkan kenaikan harga saham yang wajar atau normal dan biasanya membutuhkan waktu yang panjang. Keuntungan pertama ini biasa disebut capital gain, yang didapatkan dari selisih harga beli dan harga jual saham.

Kedua, keuntungan yang berasal dari pembagian dividen saham. Jika perusahaan yang mencatatkan saham di BEI memperoleh laba, di saat dilaksanakannya RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), semua pemegang saham akan mendapatkan bagian sesuai persentase kepemilikan saham masing-masing. Sehingga penting memilih saham perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik, yang  berpotensi membukukan laba setiap tahun dan  memberikan keuntungan  dalam jangka panjang.

Jika sudah memahami risiko dari investasi saham, maka investor sudah mengantisipasi keuntungan dan kerugian yang didapatkannya. Berinvestasilah setelah mempelajari juga menguasai karakteristik dari risiko setiap produk investasi, serta mulailah berinvestasi menggunakan dana yang tidak dipakai dalam jangka waktu panjang. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.