UMKM Paroki Ranggu Mengikuti Pameran Produk Lokal Saat Festival Golo Koe
METRORAKYAT.COM, MABAR, NTT – Pastor Paroki Tritunggal Maha Kudus Ranggu,Romo Laurentius menyampaikan bahwa dalam kegiatan Festival Golo Koe dalam konsep Pariwisata Holistik yang berpartisipasi, berbudaya, dan berkelanjutan Paroki Ranggu turut ambil bagian dalam pameran produk lokal UMKM dari paroki Ranggu, Senin, (08/08/2022).
Kegiatan Festival Golo Koe diselenggarakan oleh Keuskupan Ruteng di Marina Waterfrond Labuan Bajo, Manggarai Barat,NTT mulai 8 Agustus hingga 15 Agustus 2022 mendatang.
Dalam pameran tersebut pegiat ekonomi kreatif paroki Ranggu memamerkan produk lokal hasil kreasi masyarakat atau umat paroki Ranggu dari olahan air pohon aren yang disebut nira dan gula merah tepung atau yang oleh mesyarakat setempat menyebutnya gola rebok.
Menurut Romo Lorens saat diwawancarai media ini bahwa Paroki Ranggu memilih dua produk lokal ini sebagai bentuk pastisipasi umat dalam pameran festival Golo Koe saat ini lalu nantinya akan terus dikembangkan sehingga banyak dikenal oleh masyarakat luas.
Selain itu, kata Romo Lorens, Gola rebok ini sudah di bentuk dalam kemasan dengan ukuran tertentu yang telah dilabeli merk ‘Gola D’Ame Dite’ yang artinya ‘Gulanya Ayah Kita’.
“Label ini menggambarkan produk gula merah yang diwariskan secara turun temurun dari leluhur masyarakat Manggarai”ujar Romo Lorens
Sedangkan Sopi juga telah diberi kemasan botol air mineral dengan ukuran tertentu yang juga dilabeli merk ‘Sopi Dihe Kraeng’ yang artinya ‘Sopinya Para Tuan’ yang menunjukan minuman satu ini sebagai minuman kuhusus lelaki terutama setiap upacara adat yang melambangkan minuman kehormatan dalam konteks budaya Manggarai oleh masyarakat setempat.
Sopi digunakan sabagai salah satu media komunikasi sosial kultur atau sosial budaya masyarakat Manggarai yang juga sudah diwariskan secara turun temurun dari leluhur selain itu sebagai sumber mata pencarian atau penghasilan ekonomi bagi umat di paroki Ranggu.
Untuk itu, Romo Lorens berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat (Pemda Mabar) dan Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores (BPOLBF) agar dapat membantu dalam pemasarannya atau mempromosikan kearifan lokal ini,”tutupnya
Sementara itu, Tarsisius Daro salah satu pegiat ekonomi kreatif dari UMKM Paroki Ranggu menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dapat memberikan pelatihan-pelatihan terhadap pelaku UMKM dalam pemasaran produk lokal dan turut membantu dalam memfasilitasi kebutuhan dari UMKM.
Diketahui kegiatan festival Golo Koe ini dihadiri sekitar 1179 orang perwakilan dari 86 Paroki, paguyuban lintas Agama dan berbagai lembaga Se-Keuskupan Ruteng lainya. (MR/Eras Tengajo)
