Kinerja Kapus Pemkab Samosir Kurang Profesional Seorang Balita Meninggal Usai Imunisasi
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Bupati Samosir Vandiko T Gultom harus mengkaji ulang penempatan seluruh Kepala Pukesmas, Kepala Dinas (Kadis), serta jajarannya yang kurang profesional dalam menjalankan tugasnya.
Akibat kurang profesional tersebut seorang anak berusia 4 bulan menghembuskan napas terahir pada jumat (15/7) kemarin di Rumah Sakit (RS) Hardianus Sinaga Pangururan Samosir. Korban meninggal bernama Rahel Marsela br Naibaho.
Kronologis kejadiannya yang diinformasikan bahwa pada kamis 15 -juli 2022, kedua orangtuanya (Bipanri Naibaho dan Rida S) membawa imunisasi DPT 3 di Puskesmas pembantu (Pustu) Desa Rianiate pangururan meninggal dunia.
Bipanri Naibaho didampingi istri menjelaskan, bahwa usai imunisasi anaknya selasai dibawa pulang kerumahnya, malamnya si anak cengeng (nangis terus) hingga jelang pagi. Guna
menyikapi situasi anak menangis terus membuat keluarga panik yang pada ahirnnya pukul 10,30 wib membawa si anak ke RS Hardianus sinaga, namun nyawanya tidak tertolong lagi, sebut kedua orang tua balita itu, Selasa (26/7/2022).
Lanjut Bipanri Naibaho, sekitar pukul 3,30 Wib Rahel (red-Balita) tidak dapat tertolong dan menghembuskan napas terakhir. Sesudah dipastikan meninggal Balita tersebut dibawa pulang kedua orangtuanya didampingi beberapa keluarga kerumah di Dusun 1 Pandumpasan Desa Rianiate.
Saat dipertanyakan kepada Bidan desa ber inisial br M mengatakan, sebelum di suntik dilakukan pemeriksaan dan melihat tanpa mengukur suhu tubuh bahwa Rahel keadaannya sehat. maka dilakukan suntikan DPT 3 di paha kanan dan kiri.
Setelah imunisasi, awak media mempertanyakan buku imunisasi, namun bidan tersebut tidak dapat memperlihatkan.
Ketika hal ini dipertanyakan Kepala Puskesmas Buhit Finta Vanta panjaitan menjelaskan, sebelum melakukan penyuntikan seharusnya Bidan desa harus terlebih dulu mengukur suhu tubuh si anak sebelum melakukan penyuntikan, selanjutnya Kadis
Kesehatan melalui Sekretaris dinas Evi sitanggang didampingi Kabid marga Nainggolan, mengatakan bahwa kasus ini sudah di sampaikan kepada tim ahli yaitu: Komisi Daerah Pemantauan Penanggulangan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (Komda PP KIPI) Propinsi Sumatera Utara (Provsu), sebut Sekdis Kesehatan itu.
“Ditambahkan orangtua korban beserta opungnya (Kakek/Nenek) nya, mengatakan sangat tidak terima dengan kejadian yang menimpa anaknya, dan akan membuat pengaduan ke Polres Samosir”, tegas mereka. (MR/156).
