Pemkab Kendal Rembug Stunting Dimana Angka Meningkat 13% Di Tahun 2022
METRORAKYAT.COM, KENDAL – Pemerintah kabupaten kendal Rembug Stanting dimana Angka Stunting di tahun 2022 naik menjadi 13,3% dari tahun 2021 yaitu 8,6%.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Kendal sekaligus Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting, Windu Suko Basuki, dalam acara Rembug Stunting Kabupaten Kendal, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Rabu (20/7/2022).
Acara dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Muhammad Makmun, jajaran perwakilan Forkopimda, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Parno, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Wahyu Yusuf Akhmadi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Hudi Sambodo, serta perwakilan TP PKK Kabupaten Kendal, Camat dan puskesmas yang ada di Kabupaten Kendal.
Windu Suko Basuki mengatakan angka prevelensi stunting di Kabupaten Kendal semakin tinggi. Sehingga dirinya mengajak seluruh stakeholder dan pihak-pihak terkait untuk menurunkan angka stunting.
“Angka stunting hingga hari ini meningkat dari 4.128 menjadi 7.893 anak penderita stunting. Nah ini yang menjadi PR kita bagaimana menurunkan angka stunting,” kata Pakde Bas.
Pakde Bas menyampaikan tahun 2022 ini anggaran yang tersedia untuk penanganan stunting mencapai hingga Rp 7 miliar. Dirinya menegaskan akan sungguh-sungguh menangani stunting agar prevelensinya bisa segera turun.
“Penanganan stunting ini harus kita lakukan dengan sungguh-sungguh, menurut saya penanganan stunting cukup mudah dan murah. Karena makanan bergizi itu bukan mahal. Ada kacang hijau, ada jagung dan juga susu. Di Kendal semua itu tersedia,” ujar Windu Suko Basuki atau yang akrab disapa Pakde Bas.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Parno menjelaskan meningkatnya angka stunting di Kabupaten Kendal dikarenakan lebih banyaknya pendataan yang dilakukan pada tahun 2022 dibandingkan tahun 2021 atau tahun sebelumnya.
“Kenapa tahun 2022 ini datanya naik, karena tahun 2021 kita masa pandemi. Jadi masalah pendataan ini lebih banyak ditahun 2022. Jadi peningkatannya bukan peningkatan yang signifikan tapi ke data yang kita sampling,” jelas Parno.
Dirinya menambahkan angka stunting tertinggi yakni di Kecamatan Sukorejo, Plantungan, Patean dan Pageruyung. Selain itu sebagai upaya penurunan stunting di Kendal pihaknya juga telah mengadakan alat ukur bayi di 1.400 posyandu.
“Kita juga ada pemberian makanan tambahan di semua posyandu. Juga kepada anak-anak dan remaja, sebagai tambahan makanan. Kita semuanya bergerak dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Desa/Kelurahan untuk percepatan penurunan stunting,” tandasnya.
Parno berharap dengan menggerakkan semua sektor dari berbagai profesi bisa menurunkan angka stunting sebesar 3,5 hingga 5 persen.
“Intinya kita menggerakkan semua sektor, baik dari profesi apapun. Baik itu puskesmas, tokoh agama, tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan untuk bersama-sama mempercepat penurunan angka stunting,” imbuhnya. (MR//Siva Zou)
