G20, Upayakan Digitalisasi Sistem Pembayaran Game Changer Bersama
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Presidensi G20 merupakan momentum untuk pulih bersama sebagai upaya yang perlu disokong oleh tulang punggung perekonomian, yaitu sistem pembayaran.
Masa pandemi telah menghadirkan momentum dalam mengadopsi serta mempercepat digitalisasi dengan memanfaatkan transaksi dan aktivitas ekonomi kita.
Digitalisasi sistem pembayaran Indonesia yang didukung inisiatif Blue Print Sistem Pembayaran (BSPI 2025) menjadi game changer sebagai upaya pulih bersama demi membangun ekonomi berkelanjutan, sehingga manfaatnya dirasakan bagi setiap lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, sinergi yang disertai dengan inisiatif Fintech maupun pelaku keuangan digital lokal diperlukan guna mendorong ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Tiga inisiatif pembayaran digital Bank Indonesia (BI) bersama industri nasional sebagai tindak lanjut BSPI 2025 di antarannya QRIS, BI-FAST dan SNAP merupakan salah satu langkah penting bagi perluasan akses pembayaran untuk seluruh masyarakat. Bank Indonesia melangkah ke depan untuk menghadirkan tiga komitmen dalam mengakselerasi ekonomi digital serta ekosistem keuangan terintegrasi.
Kemudian reformasi regulasi untuk mempercepat konsolidasi atas industri pembayaran yang sehat, kompetitif dan inovatif. Kedua, mengembangkan infrastruktur pembayaran yang sarat akan interopabilitas, interkoneksi, dan intergrasi. Ketiga, mengembangkan praktik pasar yang aman, efisien, dan seimbang.
Hal tersebut di sampaikan Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman dalam seminar “Synergy for Inclusive and Sustainable Economic Growth” yang merupakan rangkaian FEKDI hari ketiga sebagai side event rangkaian G20 Finance Track: Finance and Central Bank Deputies (FCBD) dan 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di Nusa Dua, Bali (14/7/2022).
Selanjutnya, Deputi Gubernur Aida menekankan dua hal pokok mengenai digitalisasi yang inklusif yang berkelanjutan yakni, Pertama, digitalisasi telah memungkinkan kita untuk memiliki kegiatan ekonomi yang lebih inklusif berkelanjutan. Manfaatnya bersifat luas bagi semua orang, bagi masyarakat umum dan mampu mengurangi ketimpangan. Kedua, sinergi juga kolaborasi antara otoritas juga industri menjadi kunci dalam memetik manfaat dari ekosistem ekonomi dan keuangan digital.
Dikesempatan ini, mengemuka diskusi yang membahas akselerasi inovasi digital melalui integrasi pembayaran yang menghadirkan perwakilan asosiasi dan para pelaku ekonomi digital, antara lain Ketua Komite Open Banking, Timothy Utama, Ketua Perhimpunan Bank-bank Internasional Indonesia (PERBINA), Batara Sianturi, CEO Dana, Vincent Iswara, dan Co Founder Tokopedia, Leontinus Alpha.
Selain itu dibahas pula inisiatif pembayaran digital yang mendukung ekonomi berkelanjutan, yang menghadirkan, Kepala Sistem Pembayaran Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Dina Artarini, Sekretaris Jenderal Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Handayani, Wakil Ketua KADIN Bidang Pengembangan Keuangan Digital, Budi Gandasoebrata, Perwakilan Financial Institutions Group Asia, Miguel Angel Soriano, dan Perwakilan dari ISEI, Hendri Saparini. Kedua sesi dimoderatori oleh Kania Sutisnawinata dan Deddy Corbuzier. (MR/156).
