Dokter Merlinda, Jelaskan Kronologi Perawatan Pasien “Thomas Jebabu” Di RSUD Komodo

Dokter Merlinda, Jelaskan Kronologi Perawatan Pasien “Thomas Jebabu” Di RSUD Komodo
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MABAR, NTT – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KOMODO, dr. M.Y Melinda Gampar sampaikan kronologi perawatan pasien a.n. Thomas Jebabu warga Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat.NTT, Minggu (5/6/2022).

Menurut dr. M.Y Melinda Gampar, pada Hari rabu tanggal 1 Juni 2022 sore pkl 17.00 wita , pasien rujukan dari Puskesmas Bari a.n Thomas Jebabu dengan alamat desa Nggilat, Kec. Macang Pacar diterima di IGD RSUD Komodo dengan kondisi penurunan kesadaran dan dilakukan penanganan oleh dokter dan perawat IGD terhadap pasien.

Ia juga mengatakan selama dilakukan observasi di IGD kondisi kesadaran pasien memburuk sehingga pasien memerlukan perawatan intensif di ruangan ICU oleh dokter Spesialis Penyakit Dalam sesuai dengan jenis penyakit pasien tetapi saat ini RSUD Komodo tidak memiliki tenaga dokter Spesialis Penyakit Dalam sehingga pasien rencananya akan dirujuk ke RS Siloam karena di rumah sakit tersebut tersedia dokter Spesialis Penyakit Dalam dan fasilitas ruangan ICU.

Lalu saat akan dilakukan rujukan ke RS Siloam baru diketahui bahwa kepesertaan BPJS pasien tidak aktif sejak bulan desember 2021. Setelah pihak RSUD Komodo mengetahui bahwa status BPJS pasien tidak aktif maka malam itu juga hari rabu tanggal 1 juni 2022 Pkl 21.35 WITA.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Barat dan BPJS Kesehatan Labuan Bajo untuk mengupayakan supaya BPJS pasien bisa aktif kembali melalui program peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Manggarai Barat dan malam itu juga status kepesertaan BPJS pasien sudah aktif,” ungkap dr. Merlinda Gampar.

Kemudian dari IGD RSUD Komodo melakukan komunikasi dengan IGD RS Siloam Labuan Bajo untuk rencana rujukan dan jawaban dari RS Siloam dikatakan bahwa ruangan ICU sedang penuh dan RSUD diminta untuk konfirmasi lagi pada esok harinya untuk memastikan ketersediaan ruangan ICU Siloam sehingga pasien belum bisa dirujuk saat itu.

Lalu guna untuk kepentingan
keselamatan pasien maka pasien dipindahkan ke ruangan ICU RSUD Komodo dengan perawatan oleh dokter spesialis anestesi dan neurologi. Dikarenakan pasien adalah peserta BPJS aktif dan Hak pasien mendapatkan perawatan dokter sesuai dengan penyakitnya yaitu dokter Spesialis Penyakit Dalam, maka selama perawatan di RSUD Komodo setiap harinya RSUD menghubungi RS Siloam untuk memastikan pasien bisa dirujuk tetapi kondisi RS Siloam penuh.

Selama menunggu rujukan ke RS Siloam, pasien tetap di rawat di ICU RSUD Komodo dan kondisi pasien semakin membaik sehingga pada hari ke 3 (tiga) perawatan tepatnya tanggal 3 Juni 2022 saat kondisi pasien sudah sadar dan instruksi dokter ICU bahwa pasien sudah bisa dipindahkan untuk di rawat di ruangan rawat inap biasa dan Karena untuk perawatan lanjutan pasien ini memerlukan perawatan oleh dokter Spesialis Penyakit Dalam maka dokter jaga kembali menghubungi RS Siloam untuk menanyakan ketersediaan tempat dan saat itu jawabannya RS Siloam masih penuh.

Kemudian dengan pertimbangan bahwa kondisi pasien sudah sadar dan dapat
dirawat pada ruang rawat inap biasa (bukan ICU) dan sesuai kepesertaan pasien berhak dirawat sesuai penyakitnya oleh dokter Spesialis Penyakit Dalam, maka dokter jaga RSUD Komodo menghubungi RS St Yoseph Labuan Bajo karena di Rumah
Sakit tersebut tersedia dokter Spesialis Penyakit dalam dan juga melayani pasien BPJS dan RS St Yoseph bersedia menerima pasien kemudian pasien dirujuk ke RS St. Yoseph pada hari Jumat, 3 Juni 2022 pukul 20.30 WITA.

Alasan mengapa pasien sejak awal masuk tidak di rujuk ke RS St Yoseph Labuan Bajo di karenakan ruangan ICU RS St. Yoseph belum beroperasi dan saat ini hanya bisa merawat pasien di ruang rawat inap biasa. Terkait kondisi pasien saat ini berdasarkan Informasi yang didapat melalui sambungan telepon ke RS St.Yoseph Labuan Bajo bahwa saat ini kondisi pasien sudah membaik.

“RSUD Komodo sebagai rumah sakit milik pemerintah selalu memberikan pelayanan sesuai prosedur yg ada dan tidak pernah menelantarkan pasien. Justru RSUD hadir untuk membantu masyarakat terutama masyarakat tidak mampu agar memperoleh pelayanan kesehatan yg layak,” tutup dr. Merlinda Gampar, Direktur RSUD Komodo. (MR/Eras Tengajo)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.