Direktur RSUD Komodo, Klarifikasi Soal Polemik Pasien Yang Dugaan Ditelantarkan

Direktur RSUD Komodo, Klarifikasi Soal Polemik Pasien Yang Dugaan Ditelantarkan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MABAR, NTT – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KOMODO, dr. M.Y Melinda Gampar memberikan klarifikasi terkait persoalan pasien bernama Thomas Babu (79) asal Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat, NTT yang selama tiga hari tidak mendapatkan pelayanan medis dari pihak RSUD Komodo Labuan Bajo, Minggu, (5/6/2022).

Melalui pesan WhatsApp yang dikirim oleh dr. M.Y Merlinda Gampar kepada media ini Bahwa, kami memberikan klarifikasi atas pemberitaan dari media Portal Desa, Sabtu 2 Juni 2022 dengan Judul *Diduga Terlantarkankan Pasien, Pelayanan RSUD Komodo Amburadul* dan Media Laskartimur.com, Sabtu 4 Juni 2022 dengan judul: Alasan Dokter Cuti, Pasien Di RSUD Komodo Labuan Bajo Ditelantarkan.

Berikut klarifikasi dari Direktur RSUD Komodo

Pernyataan pertama dari Keluarga : “Kami sudah 3 hari di sini (RSUD Komodo). Selama kami disini kami minta penjelasan terkait hasil pemeriksaan atas kondisi keluga kami.Tapi mereka (perawat RSUD) tidak gubris, Jawaban Petugas : mereka bilang tidak Ada dokter, dokter lagi cuti, pokoknya dengan segala macam alasan mereka.

Klarifikasinya : Bahwa pasien saat masuk ke RSUD dalam kondisi penurunan kesadaran dan dirawat oleh tim dokter dan perawat di ICU mulai hari rabu tanggal 1 juni 2022
malam s.d jumat siang tgl 3 juni 2022 dan selama perawatan kondisi pasien
semakin menunjukan perbaikan dan selama perawatan, tim di RSUD sudah
melakukan KIE/ menjelaskan kepada keluarga perihal kondisi pasien selama di rawat.

Lalu Pernyataan kedua dari Keluarga : “Kemudian tadi mereka bilang bahwa dokter spesialis penyakit dalam lagi cuti, kalo pasien nya mau rawat disini, berarti pasien ini masuk kategori pasien Umum, dan harus bayar dokter spesialis dari luar.

Klarifikasinya: Pasien selama perawatan di RSUD Komodo telah dirawat oleh tim dokter dan perawat dan perawatan sudah sesuai dengan prosedur dan tidak pernah menyatakan harus bayar dokter spesialis dari luar.

Sebagai tambahan bahwa status kepesertaan BPJS Pasien ini di non aktifkan oleh kemensos sejak desember 2021 menurut BPJS dan saat RSUD mengetahui BPJS pasien tidak aktif kemudian pihak RSUD koordinasi dengan Dinsos Mabar dan BPJS Labuan Bajo untuk berupaya mengurus BPJS pasien melalui program Penerima Banuan Iuran APBD Mabar dan malam itu juga status kepesertaan
BPJS pasien menjadi Aktif sebagai antisipasi jika pasien memerlukan rujukan ke fasilitas kesehatan lain.

Pernyataan Keluarga : Tiba-tiba mereka bilang Rujuk ke Rutenglah, ke Siloam, ternyata mereka juga tidak koordinasi di Siloam. Akhirnya batal ke sana, dapat kabar Rujuk ke RS Santo Yoseph.

Klarifikasinya : Bahwa kondisi pasien saat itu memerlukan perawatan lebih lanjut sehingga perlu dirujuk ke RS St. Yoseph Labuan Bajo. Dan terkait informasi bahwa RSUD Komodo tidak koordinasi di Siloam itu tidak benar, karena selama 3 hari perawatan di RSUD petugas setiap hari koordinasi dengan siloam melalui IGD siloam untuk rencana merujuk pasien ke RS Siloam tetapi RS Siloam belum bisa menerima pasien karena kondisi RS Siloam
Full atau sudah penuh.

Sedangkan Kronologi Pasien a.n Anak Yohanes Efrem (pasien dirawat 14 hari mulai tgl 21/5/2022 s.d 3/6/2022) Tgl 21 mei 2022 Pkl 01.30 wita pasien diterima di IGD rujukan dari PKM Pacar dengan keluhan penurunan kesadaran, demam 2 hari, batuk, muntah dan riwayat kejang saat di Puskesmas dan dilakukan stabilisasi di IGD.

kemudian pasien di rawat diruangan ICU dengan terpasang ventilator dibawah
pengawasan dokter Spesialis Anak dan dokter Spesialis Anestesi dan telah
diberikan pengobatan sesuai prosedur.

Dokter penanggung jawab juga sudah memberikan penjelasan langsung kepada keluarga bahwa kondisi penyakit pasien berat. Pasien di diagnosis dengan infeksi otak berat dan telah diberikan pengobatan. Kemudian setelah 14 hari perawatan tepatnya tanggal (3/6/2022) pukul 12.05 WITA, pasien dinyatakan meninggal dunia.

Direktur RSUD Komodo, dr. Merlinda Gampar, sampaikan bahwa Pihak RSUD Komodo tetap mengutamakan pelayanan yang terbaik untuk pasien sesuai dengan prosedur.

“Pihak RSUD Komodo juga telah menjalankan prosedur merujuk ke RS lain guna untuk perawatan lebih lanjut dengan tujuan kesembuhan pasien, dan informasi yang kami terima dari RS. St Yoseph bahwa kondisi pasien saat ini semakin membaik,”tutup Merlinda Gampar. (MR/Eras Tengajo)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.