Lori Pengangkut Tanah Urug Tanpa Menggunakan Terpal, distop Warga di Depan RSUD Karimun
METRORAKYAT.COM, KARIMUN – Salah seorang warga Jl Poros Tanjung Balai Karimun berinisial JF (41) merasa kesal dan geram akibat adanya lori yang mengangkut tanah urug dari arah Masjid Agung menuju batu lipai, tanpa menutup dengan terpal, Sabtu (16/04) sehingga mengganggu terhadap kenyamanan pengguna jalan raya, seperti yang dialami oleh JF.
Untuk menghindari adanya korban kecelakaan lalulintas akibat debu tanah dati lori tersebut, JF memberhentikan dengan paksa lori tersebut persis di depan RSUD Moh Sani memberikan teguran untuk dapat saling menjaga keselamatan para pengendara dalam berkendara.
“Maaf pak, bapak selaku sopir lori mengangkat tanah urug di jalan protokol, kenapa tidak menutup dum dengan terpal? Kami selaku pengendara sepeda motor yang berkendara di belakang lori bapak sangat terganggu, karena debu tanah yang mengena ke mata, ini rentan membuat pengendara jatuh,”ujarnya kepada sopir lori.
Dalam waktu yang sama, awak media metrorakyat.com Karimun turut juga menghampiri JF ketika lori diberhentikan, kepada metrorakyat.com Karimun, JF mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun melalui instansi terkait, sebaiknya menghimbau kepada seluruh sopir lori untuk dapat mengenakan terpal menutup tanah didalam lori, sehingga tidak mengganggu kepada pengendara lain.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun lewat dinas terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup, juga Dinas Perhubungan sebaiknya menekankan kepada para pengemudi lori yang mangangkut tanah urug untuk selalu menutup dengan terpal, sehingga tidak mengganggu pengendara lain,” imbuhnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun Arfian ketika ingin dikonfirmasi Sabtu, (16/04) tidak mendapatkan respon dikarenakan telepon genggamnya sedang tidak aktif. (MR/Lamhot)
