Berbagi Rasa, Reses I Serap Aspirasi Masyarakat Anggota DPRD Inhu Karna Bagi Bagi Sembako Di Tengah Pandemi Covid 19
METRORAKYAT.COM, INDRAGIRI HULU – Luas biasa bahwa dalam situasi di tengah pandemi covid 19 di Kabupaten Indragiri Hulu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhu dapil 2 melaksanakan reses 1 tahun 2022 untuk menyerap aspirasi masyarakat dan membagi-bagikan sembako berupa beras.
“Sembako ini ditujukan kepada warga yang kondisi ekonominya lemah dan terdampak langsung akibat pandemi COVID-19 dan membagi rasa menjelang menyambut bulan Suci Ramadhan yang tidàk lama lagi ujar anggota DPRD Inhu daeràh pemilihan ( Dapil ) II Kabupaten Inhu, Karna kepada Metrorakyat.com Kamis ( 24/03/2022) malam.
Karna anggota DPRD yang juga dari partai politik NasDem menambahkan pembagian ratusan paket sembako berupa beras dari inisiatif pribadi untuk membantu masyarakat konsituen dalam menyambut bulan suci ramadhan
Kegiatan reses I ( Pertama ) tahun 2022 ini dapil II dilaksanakan Rabu 23 Maret 2022 kemarin ada tiga titik melakukan reses yakni di Desa Titian Resak 2 titik dan 1 titik di Desa Sibabat Kecamatan Seberida Kabupaten Inhu dengan membagikan sembako berupa beras sebanyak 100 paket di masing masing titik dengan satu paket 5 kilogram di bagikan kepada warga.
Disamping itu, dalam situasi pandemi untuk menghindari penularan dan penyebaran covid 19, selama reses menyerap aspirasi masyarakat dan membagi bagi sembako dengan menerapkan prokes guna mendukung program pemerintah dalam pencegahan penyularan covid 19..
Menurutnya, berbagi rasa membantu sembako berupa beras yang disalurkan kepada masyarakat dapil 2 merupakan dari bantuan pribadi sendiri, tapi walaupun tidak seberapa bantuan itu, semoga bermanfaat bagi masyarakat konsituen karena kegiatan itu merupakan cara yang tepat juga saling membantu dan peduli terhadap masyarakat di tengah pandemi COVID-19.
Selanjutnya selama kegiatan reses menampung,menyerap aspirasi masyarakat, ada sejumlah usulan dari masyarakat rata rata pembangunan peningkatkan infrasruktur jalan yang menghubungi Desa.
Nàmun yang paling prioritas usulan masyarakat Desa Titian Resak, Desa Petala Bumi dan Desa Sibabat adalah untuk masukkan dalam anggaran Pembangunan Belanda Daeràh ( APBD ) tàhun anggaràn 2023 mendatang agar jalan di aspal sekitar 7,9 kilometer mulai dari jalan simpang IV Belilas hingga jalan lingkar Berapit.
“Karena kondisi badan jalan sudah dalam kondisi rusak akibat sudah dimakan usia dan lintasan mobil angkutan tonase tinggi yang tidak sesuai kelas jalan yang mengakibatkan kondisi badan jalan tersebut mengalami kerusakan,”ucapnya ( MR/Butar )
