Kampung Perikanan Budidaya Mbaruai Tanpa Irigasi
Catatan : Drs Jenda Bangun, Pemred metrorakyat.com
Direktur Pakan dan Obat Ikan Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Ir Ujang Komarudin, AK, M.Sc, saat memberi kata sambutan mengatakan atasannya berhalangan datang ke Desa Mbaruai karena ada tugas ke Sumbawa.
Itu sebabnya, akta keputusan menteri tentang Kampung Perikanan Budidaya di Desa Mbaruai Kecamatan Birubiru Kabupaten Deli Serdang tidak dibawa. Pernyataan tersebut disampaikan di areal tambak ikan Desa Mbaruai Kamis (17/3/2022).
Ya, fakta ucapannya benar. Plank tanda lokasi Kampung Perikanan Budidaya, kosong dari Keputusan Menteri. “ Jangankan keputusan menteri Bang, distribusi air saja sekarang bermasalah, “ujar petambak ikan yang duduk bersebelahan.
Saat laporan terdahulu ditayangkan di media ini sambutan sejumlah pejabat dingin. Ada yang mengatakan, soal plank yang kosong dengan nomor Keputusan Menteri biasa saja.Tidak berapa lama dapat dilengkapi. Demikian informasi yang diperoleh di lingkaran Pemkab Deli Serdang.
Namun, bagaimana pula sarana distribusi air dengan irigasi yang menjadi infrastruktur ? Apakah hal ini wajar disambut dengan dingin ? Kita lihat aturan main pendirian Kampung Perikanan Budidaya tersebut.
Informasi yang disampaikan warga, bahwa sarana irigasi yang selama ini menjadi andalan petambak ikan sudah hancur. Arus air yang biasanya bebas memasuki irigasi tersebut kini kian menjauh.
Jarak pusat irigasi dengan acara seremonial saat itu, sekira 500 meter. Sesi menyantap ikan mas bakar usai acara tersebut kami menfaatkan memantau irigasi yang disebutkan warga.
Jalan setapak yang ditempel semen sepertinya akses rutin bagi warga mengitari lokasi tambak ikan. Sekira 100 meter berjalan, pandangan mata sudah dihidangkan parit penampung air irigasi sudah kering tak berair.
Hanya pasir dan kerikil yang terlihat. Sampah serta rerumputan merambat liar di tebing – tebing kecil parit itu. Dari kejauhan mulai kelihatan tembok pembelah Sungai Seruai untuk irigasi tidak terawat.
Makin ke hulu fakta lapangan membuktian irigasi parapetambak ikan ini tidak berfungsi. Drum/tong bekas pengisi aspal, anyaman bambu serta beronjong batu rusak.
Tidak kelihatan tanda – tanda adanya perbaikan. Kesan pembiaran untuk kerusakan sarana ini semakin jelas. “ Lebih dua tahun irigasi ini tidak berfungsi. Tanpa perbaikan Bang, “ ujar petambak ikan mas L Sembiring.
Pernyataan serupa dipertegas tokoh masyarakat Efendy Ginting. “ Pak sekarang saya berstatus tokoh masyarakat dan sebelumnya saya kepala desa di desa ini. Soal irigasi yang rusak sudah berkali-kali saya sampaikan agar diperbaiki. Bahkan jauh sebelum areal ini disurvey untuk menjadi kampung perikanan budidaya, “ ujar Ginting.
Ditambahkannya, kabar yang disampaikan dari Pemkab Deli Serdang tahun depan akan dibenahi kembali. “ Setahun ini akan beginilah kondisinya menunggu pembangunan tahun depan, “ ujar Ginting lagi.
Kadis Perikanan Ir. Hj. Syahrifah Alwiyah, M.MA yang dikonfirmasi via selular bernomor 0813 7077 xxx tidak banyak memberi penjelasan. Hal utama yang disampaikannya bahwa Kampung Perikanan Budidaya tersebut diawali dengan usulan dan survey.
Menyangkut infrastruktur irigasi yang dipertanyakan tidak dijelaskan. Padahal sudah di-share sejumlah foto – foto menyangkut kerusakan sarana irigasi. Beginikah kondisi asli Kampung Perikanan Budidaya yang didanai dari uang rakyat ?. (Selesai)
Baca juga : https://rubrikrakyat.com/kampung-perikanan-budidaya-mbaruai-tanpa-kepmen/
Baca juga : https://metrorakyat.com/2022/03/kampung-perikanan-budidaya-tanpa-kepmen/

