Warga Kabupaten Dairi Terima Sertifikat Tanah Dari Presiden Jokowi 

Warga Kabupaten Dairi Terima Sertifikat Tanah Dari Presiden Jokowi 
Bagikan

METRORAKYAT.COM, DAIRI – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi, Menteri Kemaritiman dan Investasi,  Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata dan  Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, Menteri Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil,  Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, Kapoldasu, Irjen Panca Putra Simanjuntak bersama Bupati Kabupaten Dairi, Eddy Keleng Ate Brutu tiba di Lapangan Sudirman Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi dalam rangka penyerahan sertifikat tanah oleh Presiden Joko Widodo, Kamis (4/2/2022).

Ribuan warga Kabupaten Dairi terlihat memenuhi jalan yang akan dilalui oleh orang nomor satu di Republik Indonesia ini. Sambutan warga dan teriak histeris terdengar ketika rombongan kenderaan presiden Jokowi tiba di lapangan Sudirman meski dengan pengawalan ketat petugas keamanan dari TNI/Polri.

Pada sambutan pembukaan di kegiatan tersebut, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan apresiasi dan menyatakan inilah wujud keadilan bagi rakyat. Menurutnya penyerahan sertifikat tanah tersebut sangat penting bagi rakyat.

“Pertama, kenapa kami berterima kasih, karena inilah wujud keadilan. Yang selama ini tanah milik nenek moyang mereka semua, tetapi tak pernah mereka tahu kemana keabsahannya. Saat ini jelas dan masing-masing mereka sudah memegang sertifikat. Inilah wujud awal keadilan di Republik Indonesia ini,” kata Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan  bahwa dengan penyerahan sertifikat ini bermanfaat karena lahan milik warga akan digarap dan dikerjakan untuk mendapatkan kesejahteraan keluarga dan rakyat, khususnya di Kabupaten  Dairi. Serta yang ketiga, kepastian hukum.

Menteri Negara Agraria dan Tata Ruang (Meneg ATR)/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI Sofyan Djalil melaporkan bahwa dari 600 penerima sertifikat, sebanyak 200 orang dapat dihadirkan pada acara tersebut, mengingat pembatasan jumlah orang sebagai upaya menjaga protokol kesehatan.

“Seluruh Dairi, hari ini sudah 77.647 sertifikat tanah yang telah diterbitkan. Masih banyak, masih perlu dilanjutkan lagi, mungkin sekitar 50 ribu bidang lagi, mudah-mudahan tahun 2025, target Bapak Presiden bisa kita selesaikan,” sebut Sofyan.

Disampaikan Sofyan juga, ada 6.640.000 bidang tanah di Sumut, dimana yang sudah bersertipikat hingga saat ini (terdaftar) sebesar 4.118.000 bidang. Sehingga targetnya akan diupayakan selesai sebagaimana ditetapkan Presiden RI.

Sementara itu, Presiden Jokowi dalam sambutannya menyampaikan, pada kesempatan itu ada kurang lebih 600 sertifikat tanah diberikan kepada masyarakat pemilik di Kabupaten Dairi. Dokumen tersebut menurutnya sangat penting bagi setiap warga, sebagai tanda kepastian hukum sebagai pegangan.

Sebagai langkah percepatan penyertifikatan kepada masyarakat, lanjut Jokowi, jumlah pengurusan ditingkatkan dari yang semula hanya 500 ribu per tahun, kini bisa mencapai hingga delapan juta per tahun. Sebab jika kebutuhan 80 juta dokumen, dengan capaian baru 46 juta di 2017, perhitungan lamanya masyarakat menunggu mendapatkan sertifikat bisa 160 tahun.

“Terakhir keluar delapan juta (sertifikat per tahun). Sekarang sudah naik, targetnya saya naikkan terus, jadi sembilan juta. Cukup besar dibanding 500 ribu setahun. Kalau ada yang mau nunggu 160 tahun, saya kasi sepeda,” canda Jokowi kepada masyarakat.

Percepatan tersebut menjadi perhatian Jokowi, karena dirinya mendapat informasi banyaknya aduan terkait sengketa lahan di masyarakat, baik antara warga dengan pemerintah, warga dengan BUMN, serta warga dengan swasta. Terutama di Sumut, yang banyak terdapat sengketa karena merasa sudah menduduki lahan selama 15-20 tahun.

“Dengan kecepatan ini (sertifikasi tanah), kita harapkan konflik lahan itu bisa dikurangi. Saya pesan kepada Bapak Ibu, tolong sertipikatnya disimpan di tempat paling aman, difotokopi. Yang mau usaha, bisa dipakai untuk agunan ke bank. Tetapi berkaitan dengan pinjaman, dikalkulasi dengan benar. Gunakan semuanya untuk usaha, modal kerja dan investasi. Jangan dipakai untuk kemewahan, harus hal produktif,” pungkasnya.

Usai penyerahan sertifikat tanah, Presiden RI bersama rombongan meninjau Pasar Induk Sidikalang dan menyapa pedagang.  Selanjutnya kembali ke Kota Medan untuk jadwal kunjungan hari ketiga di Sumut.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.