Pemkab Samosir Penyuntikan Vaksinasi Booster
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir mengawali pelaksanaan Vaksinasi Booster yang dilakukan di Aula Kantor Bupati Samosir, Kamis (21/1/2022).
Bupati Samosir diwakili Plt Kadis Kesehatan Drg Subarta Sagala menyampaikan sejumlah kegunaan vaksinasi lanjutan atau disebut dengan booster.
Vaksinasi bertujuan mengurangi angka kematian dan kesakitan, mencegah transmisi atau penularan Covid-19, serta menimbulkan kekebalan ataupun herd imunity.
“Untuk melindungi masyarakat dari Covid-19 diminta agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi,” beber Subarta, Jumat (21/1/2022), Samosir.
“Dari hasil data capaian vaksinasi yang sudah terlaksana, bahwa vaksin dosis pertama dan kedua disebut vaksin primer. Hal dapat di lanjutkan sesuai dengan konfrensi Presiden pada 12 Januari 2022 yang lalu berbiaya gratis,” imbuhnya.
Kemudian, tambah dia capaian vaksin di Samosir, baik dosis pertama, kedua serta vaksin booster yang sudah dilakukan bagi tenaga kesehatan (nakes).
Selain itu telah dikuatkan keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) tentang teknis pelaksanaan vaksin booster. Sementara untuk Samosir, capaian vaksin dosis pertama per tanggal 19 Januari 2022 di angka 100,96 persen,” urainnya.
“Untuk dosis kedua berada di angka 89, 96 persen. Dan dosis ketiga yang sudah berlangsung untuk tenaga kesehatan dan sedang berjalan berada di angka 0,8 persen,” ungkap dia.
“Melalui petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan sudah sesuai dengan surat edaran Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit bahwa kabupaten/kota yang melaksanakan vaksin booster untuk capaian vaksinasi dosis pertama di atas 70 persen juga capaian dosis pertama lanjut usia (lansia) di atas 60 persen sudah melaksanakan vaksin booster untuk lansia maupun on lansia,” imbuhnya.
“Kabupaten/kota yang tak memenuhi syarat tersebut, maka booster tetap dapat berjalan namun hanya untuk kategori prioritas yakni lansia,” cetus dia lagi.
Sebelum melangsungkan vaksin booster, pihaknya telah membuat pertemuan secara internal juga koordinasi dengan pihak yang ada di fasilitas kesehatan (faskes).
“Terkait hal ini, kita sudah lakukan dia pertemuan: pertemuan internal dan pertemuan koordinasi dengan seluruh faskes dan membuat strategi pelaksanaan berdasarkan teritori yang sesuai dengan ketentuan yang kita dapatkan dari Kemenkes,” katannya. (MR/156).
