Tepuk Tangan Paksaan , ABS Dan Kegembiraan
Aksi Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menjewer pelatih billiar Sumut, Choki Aritonang mengundang sejumlah komentar. Apa pasal ? Choki kata Edy tidak bertepuk tangan saat ia berpidato. Inilah kata mereka soal tepuk tangan?
Dr. dr. Umar Zein DTM&H Sp.PD KPTI :
Bunyi bisa berasal dari gerakan tubuh seperti tepuk tangan yang termasuk bunyi audiosonik. Karena bunyi gerakan tubuh manusia termasuk bunyi yang dapat didengar atau ditangkap oleh telinga manusia. Jangkauan frekuensi yang dapat didengar manusia adalah 20 Hz sampai 20000 Hz.
Bagi sebagian orang, tepuk tangan adalah penanda girang, jadi bagian gaya hidup mengisi ruang, bentuk apresiasi rasa puas dan senang.
Tepuk tangan sejatinya spontan, bukan perintah atau paksaan, walau acap harus ada yang memulakan, lalu yang lain ikut-ikutan.
Pejabat senang diberi tepukan, penanda ucapan memberi kesan, kalau ada bertepuk enggan, taklah pula mesti disalahkan. Apalagi telinga lalu dijewer, diliput media lalu dibeber, tentu orang merasa minder, harga diri jelas tergeser.
Pejabat itu orang terhormat, perilaku harus santun beradat, agar disegani masyarakat, jaga slogan masyarakat bermartabat. Pejabat itu sosok pilihan, dalam bertindak jadi panutan, boleh marah tapi elegan, orang dimarah menjadi segan.
Hamba bertutur secara jujur, karena menjunjung adab yang luhur, salah silap atau terlanjur, manusia lemah tak boleh kufur.
Silap dan salah dapat dimaafkan, jangan pula cari alasan, orang akan hilang kepercayaan, meminta maaf sejatinya dimuliakan.
Prof DR Robert Sibarani :
Tepuk tangan merupakan respon kesetujuan seseorang secara alamiah dan spontan terhadap yg ditepuktangani sehingga tidak bisa dipaksakan. Tapi, jika utk ABS, sering juga orang tepuk tangan tanpa ada kesetujuan.
Dr. Dilinar Adlin, M.Pd :
Tepuk tangan hanya ungkapan kegembiraan. Artinya secara spontan lahir gerak tubuh karena ada dorongan emosi
kegembiraan yang melahirkan tepuk tangan.
Khoiruddin Aritonang :
“Aku bingungnya, apa yang harus ditepuk tangankan dari beliau. Toh semua-semuanya biasa aja, jadi kenapa hanya karena tidak tepuk tangan, jadi kena marah di depan orang ramai,” aku Pelatih Billiar Pobsi Sumut itu, Selasa (28/12).(MR/Jen)
BACA JUGA : https://metrorakyat.com/2021/12/choki-trauma-somasi-edy-rahmayadi/

